Home / Daerah / Kerinci / Pemerintah / Sungai Penuh

Minggu, 4 Mei 2025 - 22:27 WIB

Hilang di Hutan Tanpa Nama, Diseru Mambang

Ilustrasi Gambar Mambang/Penghuni Rimba

Ilustrasi Gambar Mambang/Penghuni Rimba

Aksarabrita.com _ Di sebuah daerah terpencil yang dilingkari banjaran bukit dan kabut pagi yang tidak pernah habis, tersembunyi sebuah hutan purba. Hutan itu tidak diberi nama, kerana orang lama percaya, menyebut namanya secara terang-terangan adalah seperti memanggil penjaganya. Maka, ia hanya dikenal sebagai Hutan Sunyi—sunyi bukan kerana tiada suara, tetapi kerana sunyinya menusuk jiwa.

Penduduk kampung di kaki hutan itu hidup sederhana, bersawah dan berburu. Mereka tahu batas. Mereka tahu hutan itu hidup. Anak-anak diajar sejak kecil: jangan berteriak di hutan, jangan membuang sampah sesuka hati, dan jangan bersiul saat berjalan. Itu pantang. Itu pesan moyang.

Namun, masa berubah. Seorang pemuda, cerdas tapi keras kepala, mula masuk jauh ke dalam hutan. Tujuannya bukan semata-mata mencari kayu gaharu, tetapi membuktikan kepada kawan-kawan bahawa cerita-cerita lama hanyalah dongeng kosong. Dia ketawa saat disebut nama mambang. “Hutan ini tanah kita. Apa gunanya takut pada bayang?”

Hari itu, dia masuk pagi. Langit cerah, kabut perlahan menghilang. Di bahunya tergantung parang, di pinggang tersisip botol air. Dia melangkah tanpa salam, tanpa izin. Dia potong ranting yang bersilang, dia cabut akar untuk dijual.

Baca Juga :  Wako Alfin Pantau Pembuatan SKCK Dipolres Kerinci

Petang menjelma, dan dia tidak kembali.

Penduduk mula risau. Pasukan kecil dibentuk, membawa obor dan seruan. Mereka menyusuri jejak ke dalam hutan, memanggil, menjerit namanya, membunyikan beduk dan tiupan seruling buluh. Tetapi suara mereka tenggelam dalam kabut yang tiba-tiba turun—pekak dan tebal seperti malam.

Tiga hari mereka mencari. Pada malam ketiga, seorang wanita tua, yang jarang keluar rumah, datang ke tengah kampung. Rambutnya putih ikal, matanya kosong tetapi tajam. Dia berkata perlahan:

“Anak itu telah diseru. Mambang sudah terpanggil. Dia melangkah tanpa izin, dan kini dibawa ke dalam kabut.”

Menurut kepercayaan orang tua-tua, mambang rimba ialah makhluk penjaga seimbang. Ia tidak jahat, tetapi tidak memaafkan sesiapa yang sombong. Mereka yang ditarik masuk ke alamnya akan hilang dari dunia nyata, terperangkap di satu dimensi antara mimpi dan nyata—dunia tanpa masa, dunia tanpa suara selain bisikan.

Baca Juga :  Bikin Cemas, Ini Penyebab Serius Haid Tidak Teratur yang Harus Diwaspadai

Malam itu, kampung menjadi sunyi. Orang ramai tidak keluar rumah. Anjing peliharaan menyalak ke arah hutan tanpa sebab. Dan di antara hembusan angin, sesekali terdengar… seolah-olah suara memanggil—bukan berteriak, tetapi seperti berbisik dekat telinga:

“Aku masih di sini… tolong…”

Beberapa bulan kemudian, seorang tua yang mengail di pinggir sungai mendengar suara tapak kaki dari arah hutan. Saat dia menoleh, tidak ada siapa. Tetapi di atas lumpur basah, kelihatan bekas kaki… hanya sebelah. Dan ia berakhir tiba-tiba, seperti menghilang ke dalam tanah.

Sejak itu, tidak ada siapa berani masuk terlalu dalam ke Hutan Sunyi. Pantang lama kembali dihormati. Setiap kali seseorang ingin masuk ke hutan, mereka akan berhenti di sempadan, tunduk perlahan dan berbisik:

“Ampun tuan penjaga, hamba hanya menumpang jalan.”

Dan jika angin membalas dengan dingin yang menyelusup ke tulang, itu pertanda: mambang rimba sedang memerhati.

Share :

Baca Juga

Rakor Koperasi Desa Sungai Penuh Perkuat Pangan Lokal

Daerah

Rakor Koperasi Desa Sungai Penuh Perkuat Pangan Lokal

Daerah

Wawako Azhar Dukung Kepengurusan Baru KONI Jambi, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi

Batang Hari

Polres Kerinci Larang Konvoi dan Coret Seragam Saat Kelulusan

Daerah

Wabup Murison Dorong Akses Keuangan  untuk Kesejahteraan Masyarakat
Rotasi Jabatan Polisi, Polres Kerinci Berganti

Daerah

Rotasi Jabatan Polisi, Polres Kerinci Berganti

Daerah

Pj Bupati Asraf Hadiri Acara Halal Bihalal Forum Kades Kabupaten Kerinci

Nasioanal

Hari Ini Pengumuman Tahap 2: Honorer Gagal Jangan Putus Asa, Masih Ada Peluang

Daerah

Kakek 58 Tahun di Merangin Ditangkap Polisi, Jaringan Kurir Sabu