BERITA NASIONAL- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Marthinus Hukom memperingatkan kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih waspada dalam memilih pertemanan, baik di dunia nyata maupun maya. Menurutnya, sindikat narkoba kini menjadikan ibu-ibu sebagai incaran utama untuk bekerja sebagai kurir lintas daerah, pulau, bahkan internasional (23/06/25)
BNN mencatat bahwa dari total 285 tersangka dalam 172 kasus periode April–Juni 2025. “Terdapat 29 perempuan yang sebagian besar berstatus ibu rumah tangga. “10–20 persen dari tersangka ini adalah perempuan,” ujar Marthinus Hukom.
Sindikat narkoba memanfaatkan kepercayaan dan minimnya kecurigaan aparat pada ibu-ibu sebagai modus untuk menyelundupkan narkotika. Modus yang sering digunakan adalah menyembunyikan narkoba di organ intim.
Tak hanya sebagai kurir, perempuan juga diidentifikasi mengisi peran yang lebih strategis, seperti: Perekrut kurir baru, pengendali distribusi, dan pengelola keuangan hasil narkoba.
Contoh yang diungkap BNN termasuk ibu-ibu di Sumatera Barat dan Kalimantan Timur, yang menyembunyikan sabu di paha dalam masing-masing kurir hingga total sekitar 3 kg. BNN bersama Bea Cukai berhasil menyita total 683,9 kg narkotika sepanjang periode tersebut, terdiri dari: Sabu: 308,6 kg, Ganja: 372,3 kg, Ekstasi: 6.640 butir (setara 2,66 kg), THC, hashish, dan amfetamin lainnya.
Marthinus menegaskan, perempuan adalah tiang moral negara, dan keberhasilan pemberantasan narkotika sangat tergantung pada ketahanan moral dan sosial kaum perempuan.
“Pastikan sistem dukung sosial di keluarga maupun masyarakat kuat. Tingkatkan sinergi antarpemangku kepentingan instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan seperti TP PKK, dan masyarakat luas.” Ujar Marthinus. (Tim)









