Bungo, Aksarabrita.com – Ancaman karhutla mengiringi musim kemarau panjang di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. Menghadapi kondisi tersebut, ratusan warga menggelar Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Kamis (10/9/2026).
Warga dari berbagai wilayah dalam Kecamatan Muko-Muko Bathin VII berkumpul di Lapangan Kantor Camat pagi. Mereka melaksanakan Sholat Istisqa bersama dengan khidmat sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau yang semakin terasa dampaknya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, jajaran TNI-Polri, para Datuk Rio, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, serta warga setempat.
Abdurahman memimpin Sholat Istisqa sebagai imam, sedangkan Usman menjalankan tugas sebagai bilal. Setelah sholat, Reza Fahlepi, S.Ag. menyampaikan khutbah dan tausiyah kepada seluruh jamaah.
Dalam tausiyahnya, Reza mengajak masyarakat memperkuat ketakwaan, memperbanyak doa, serta menjaga lingkungan selama menghadapi musim kemarau. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan doa bersama. Jamaah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, dan masyarakat terhindar dari bencana karhutla.
Kapolsek Muko-Muko Bathin VII IPTU M. Teguh Heriyanto, S.H. hadir bersama personel Polsek dan jajaran Forkopimcam. Kehadiran aparat turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan aman.
Kasi Humas Polres Bungo IPTU Bambang JM mengatakan kepolisian memberikan pelayanan dan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, personel hadir agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Personel kami hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban, sehingga kegiatan masyarakat yang bernilai ibadah ini dapat berlangsung dengan tenang dan lancar,” ujar IPTU Bambang JM.
Bambang juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membakar lahan maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu karhutla.
“Kondisi cuaca yang kering membuat api mudah menyebar. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla,” katanya.
Camat Muko-Muko Bathin VII Septian Arifin, S.STP., M.Tr.IP. bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kegiatan Sholat Istisqa berakhir sekitar pukul 09.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat bersama aparat menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Sholat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual masyarakat Muko-Muko Bathin VII di tengah kemarau panjang. Selain memanjatkan doa untuk turunnya hujan, kegiatan tersebut juga menguatkan pesan penting bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah karhutla. (***)




















