Home / Hukum & Kriminal / Nasioanal / Viral & Artis

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:16 WIB

Kebijakan PA Jaktim Dinilai Tutup Akses Publik soal Kasus Ustadz Zainal Abidin

Kebijakan wawancara PA Jakarta Timur dinilai membatasi akses informasi publik terkait kasus dugaan nikah lagi Ustadz Zainal Abidin.

Kebijakan wawancara PA Jakarta Timur dinilai membatasi akses informasi publik terkait kasus dugaan nikah lagi Ustadz Zainal Abidin.

JAKARTA TIMUR // Upaya awak media untuk mendapatkan keterangan resmi dari Pengadilan Agama (PA) Jakarta Timur terkait dugaan kasus pernikahan kedua yang menyeret Ustadz Zainal Abidin, Pimpinan Ibnu Hajar Boarding School, terhambat oleh kebijakan internal lembaga tersebut.
Kebijakan itu dinilai membatasi akses informasi publik, terutama dalam isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Setelah maraknya pemberitaan mengenai laporan istri sah Ustadz Zainal yang menuding suaminya melanggar Pasal 279 KUHP (mengadakan perkawinan padahal mengetahui masih ada perkawinan sah sebelumnya), tim jurnalis mencoba meminta klarifikasi langsung dari pihak Humas PA Jakarta Timur.

Setibanya di kantor PA Jakarta Timur, tim jurnalis telah memenuhi prosedur dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan surat tugas jurnalistik umum dari redaksi.
Namun, pihak pengadilan menolak memberikan keterangan dengan alasan tidak terpenuhinya persyaratan administrasi wawancara.

Baca Juga :  Kabar Gembira, TikTok Umumkan Kenaikan Hasil untuk Kreator

Beberapa poin yang disampaikan pihak PA Jakarta Timur antara lain:

  • Surat Tugas Khusus: PA Jaktim meminta surat tugas jurnalistik yang ditujukan khusus untuk wawancara dengan Humas PA Jaktim.
  • Penolakan Mediasi: Upaya jurnalis menghubungi pimpinan redaksi untuk melakukan mediasi dengan pihak PA tidak diterima.
  • Sikap Tegas PA: Pihak pengadilan tetap menolak wawancara tanpa dokumen yang dianggap lengkap.

Akibat persyaratan tersebut, awak media terpaksa meninggalkan lokasi dan berencana kembali setelah menyiapkan surat tugas sesuai permintaan PA Jakarta Timur.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan keterbukaan informasi publik di lingkungan lembaga peradilan.
Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), badan publik wajib memberikan informasi yang akurat, cepat, dan tidak diskriminatif, terutama dalam perkara yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Cium Bendera Merah Putih Sebelum Dikibarkan pada Upacara HUT ke-80 RI

Meskipun pengadilan berhak mengatur mekanisme akses informasi demi menjaga independensi lembaga, penolakan wawancara terhadap jurnalis yang telah menunjukkan identitas resmi dinilai berpotensi menghambat hak publik untuk memperoleh informasi yang terkonfirmasi dari sumber kredibel.

Jurnalis berharap agar PA Jakarta Timur dapat menerapkan kebijakan yang lebih terbuka dan adaptif terhadap kebutuhan pemberitaan, terutama dalam situasi mendesak yang berkaitan dengan isu publik.
Fleksibilitas dalam melayani permintaan wawancara dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan memastikan publik menerima informasi yang benar dari sumber resmi tanpa mengurangi disiplin administrasi lembaga.

Share :

Baca Juga

Bonus Dua Kali Lipat Atlet SEA Games Cair, Prabowo Tepati Janji

Kesehatan & Olahraga

Bonus Dua Kali Lipat Atlet SEA Games Cair, Prabowo Tepati Janji
TNI Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Lingga

Nasioanal

TNI Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Lingga

Batang Hari

Polres Kerinci Berhasil Mengungkapkan 8 Kasus Narkoba Diawal 2024

Nasioanal

Pemerintah Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Daerah

4 Pecahan Rupiah Ini Tidak Berlaku Lagi, Tukarkan Sebelum 30 April 2025
UPT BKN Jambi

Nasioanal

UPT BKN Jambi Umumkan Jadwal Sesi Seleksi PPPK BGN 2025
PPPK Paruh Waktu: Masa Transisi yang Kini Berakhir

Nasioanal

Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR dan Gaji 13?
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Bantuan

Nasioanal

Presiden Tegaskan Percepatan Bantuan Bencana di Tapanuli