Home / Nasioanal / Religi

Sabtu, 27 September 2025 - 14:00 WIB

Kolaborasi Lintas Kementerian Perkuat Program Bansos

BERITA NASIONAL// Pemerintah melalui rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jumat (26/9/2025), memperkuat kolaborasi lintas kementerian guna menyederhanakan bantuan sosial lewat Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha Afirmatif. Kebijakan ini bertujuan mempercepat pengentasan kemiskinan, memberdayakan UMKM, serta memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Terpadu (DTSEN).

Selama ini, berbagai instansi menyalurkan bansos dan subsidi lewat kartu yang berbeda-beda. Presiden Prabowo Subianto mendorong penyederhanaan dengan mengintegrasikan bantuan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Terpadu (DTSEN) yang Badan Pusat Statistik (BPS) kelola.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan perlunya reformasi tata kelola agar bansos lebih tepat sasaran. “Ini momentum untuk memperbaiki tata kelola bantuan sosial agar lebih efektif dan dirasakan langsung masyarakat,” ujar Gus Ipul.

Baca Juga :  Gebrakan Baru! 1,4 Juta Lapangan Kerja untuk Penerima Bansos

Gus Ipul menjelaskan bahwa sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Kemensos mengampu Kartu Kesejahteraan Sosial dan Kartu Usaha Afirmatif. Melalui Kartu Usaha Afirmatif, pemerintah memberdayakan UMKM agar meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja baru.

“Kemensos tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu kolaborasi dengan kementerian lain agar program berjalan optimal,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa bansos hanya bersifat sementara, sementara pemberdayaan menjadi solusi jangka panjang. “Mari kita ubah mindset sesuai arahan Presiden. Bansos itu sementara, berdaya itu selamanya,” tegas Gus Ipul.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendukung penuh penggunaan DTSEN. Ia menilai sistem tersebut mampu memastikan bansos lebih tepat sasaran sekaligus membuka jalan baru dalam penanggulangan kemiskinan lewat skema graduasi.

Baca Juga :  Polemik Wisuda Sekolah, Ini Kata Mendikdasmen

“Graduasi menjadi paradigma baru. Setiap rupiah APBN harus berdampak pada pemberdayaan. Nantinya hanya lansia dan difabel yang menerima bantuan sosial,” kata Muhaimin.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, juga mendukung penyederhanaan kartu. “Kami mendukung penuh langkah penyederhanaan berbagai kartu ini,” ucapnya.

Rapat tersebut menghadirkan pejabat dari Kemenko PMK, Kementerian PPN/Bappenas, KemenPANRB, Kemendikbudristek, Kemenag, Kemenhut, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kemendagri, BPS, hingga BPKP.

Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen dengan mengintegrasikan bansos dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.

Share :

Baca Juga

Lima daerah di Jambi belum menerbitkan SK PPPK Paruh Waktu

Daerah

Tahap Krusial, PPPK Paruh Waktu 5 Daerah Provinsi Jambi Cemas

Daerah

Pemerintah Kerahkan 3 ASN PPPK untuk Dukung Setiap Kopdes Merah Putih

Batang Hari

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Blangpidie Aceh, Getarannya Terasa Hingga Sumut
Prabowo dan Macron Bahas Isu Global di Paris (Dok.Setkab RI)

Nasioanal

Prabowo dan Macron Bahas Isu Global di Paris

Daerah

Bupati Kerinci Adirozal Pimpin Upacara HardiknasTahun 2023
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat (13/2/2026)

Nasioanal

Prabowo Klaim Efisiensi Rp300 Triliun: Anggaran Tepat Sasaran, Korupsi Tanpa Ampun
Kezia Syifa bergabung dengan militer Amerika Serikat

Nasioanal

Gabung Tentara Asing, Apakah Kezia Syifa Masih WNI? Ini Penjelasan Tegas Yusril

Batang Hari

Fadli Zon Bantah Pemerkosaan Massal 1998, Dikecam Aktivis dan Korban