Jakarta, Aksarabrita.com // Suasana pagi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, mendadak berubah kacau ketika sebuah mobil blind van pengangkut makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menerobos masuk ke lapangan sekolah pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Para sisa dan guru sedang bersiap mengikuti upacara atau latihan baris-berbaris saat mobil boks itu tiba-tiba melaju kencang. Kendaraan tersebut langsung menabrak kerumunan siswa dan seorang guru. Keterangan awal menyebut sopir salah menginjak pedal, dari rem justru ke gas, hingga mobil kehilangan kendali dan menghantam barisan murid.
Benturan itu memicu kepanikan hebat. Siswa berlarian sambil menangis, guru dan warga langsung mengangkat tubuh-tubuh kecil yang terjatuh, sementara lainnya mencoba mengangkat mobil karena mereka mengira ada anak yang terjepit di kolong kendaraan.
Laporan dari lapangan menyebut 14 siswa mengalami luka dan petugas segera membawa mereka ke RSUD Cilincing. Beberapa anak tampak mengalami luka cukup serius sehingga guru dan warga tak berhenti meminta bantuan medis datang lebih cepat.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya langsung mengamankan sopir mobil MBG tersebut.
“Untuk sopir, kami sudah mengamankannya,” kata Budi saat dihubungi, Kamis (11/12/25).
Ia menyampaikan bahwa Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz sudah tiba di lokasi untuk menangani situasi dan memastikan keselamatan seluruh siswa.
“Saat ini kapolres berada di TKP, mendata para korban, dan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tegasnya.
Video amatir yang beredar di media sosial menggambarkan suasana yang sangat mencekam. Murid dan guru berteriak histeris ketika mereka melihat kondisi teman-teman mereka. Seorang perekam video terdengar berteriak panik.
“Ya Allah, Tolong Ya Allah!” teriaknya.
Hingga kini polisi terus mengusut penyebab kecelakaan dan mengamankan area sekolah sementara pihak RSUD Cilincing menangani para korban satu per satu. Pemerintah setempat juga memantau kondisi anak-anak yang terluka. (Tim)









