JAKARTA, Aksarabrita.com – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk menjamin masa depan para atlet Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir menegaskan negara wajib menghargai perjuangan atlet yang mengorbankan tenaga, waktu, dan masa muda demi membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Menurut Erick, bonus prestasi bukan sekadar hadiah seremonial. Pemerintah ingin para atlet menikmati kehidupan yang lebih layak setelah mengharumkan Merah Putih di berbagai ajang internasional.
“Para atlet berjuang bukan hanya demi medali, tetapi juga demi kehormatan bangsa. Karena itu, keringat mereka harus terbayar,” ujar Erick.
Ia menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan kesejahteraan atlet sebagai bagian penting dalam pembangunan olahraga nasional. Pemerintah juga terus mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan mampu menjamin kehidupan atlet setelah pensiun.
Perubahan hidup sejumlah atlet menjadi bukti nyata kebijakan tersebut. Lifter senior Indonesia, Eko Yuli Irawan memanfaatkan bonus prestasi untuk membeli sawah bagi ayahnya dan membangun tempat latihan angkat besi.
Karateka Leica Al Humaira Lubis membeli rumah untuk keluarga setelah meraih emas SEA Games Thailand 2025.
Atlet hoki putra Revo Prilianto memilih menginvestasikan bonus untuk emas dan pendidikan anak. Sementara atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih membuka usaha kuliner yang kini ikut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Erick berharap para atlet menggunakan bonus secara bijak untuk investasi, pendidikan, tabungan, dan pengembangan usaha agar kehidupan mereka tetap stabil setelah tidak lagi aktif bertanding.
Ia juga menilai kisah para atlet tersebut mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan mempersiapkan masa depan sejak dini.
Kini perjuangan atlet Indonesia tidak lagi berhenti di podium kemenangan. Prestasi yang mereka raih mulai menghadirkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi keluarga dan lingkungan sekitar. (***)








