Aksarabrita.com // Polri mengkaji alat khusus untuk mendeteksi orientasi seksual calon anggota, termasuk komunitas LGBT, dalam rekrutmen. Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Anwar, menekankan pihaknya ingin menangani persoalan internal seperti intoleransi, radikalisme, serta perilaku menyimpang moral dan seksual.
Irjen Anwar mengatakan hingga saat ini timnya belum menemukan formula ideal untuk mendeteksi perilaku menyimpang, termasuk orientasi seksual, sejak tahap seleksi awal. Salah satu upaya yang dapat mereka lakukan adalah menelusuri jejak digital dan lingkungan sosial calon anggota. Meski demikian, metode ini masih menghadapi banyak keterbatasan.
Anwar menambahkan, pihak kepolisian menemukan beberapa anggota baru sebagai LGBT setelah kasus mereka muncul. Polri pun memberikan sanksi berupa pemecatan atau demosi terhadap anggota tersebut. Ia menegaskan, Polri tetap menjaga profesionalitas, integritas, dan moralitas institusi.
Ke depan, Polri berencana membuat proses rekrutmen lebih selektif dan adaptif terhadap dinamika sosial, agar institusi tetap berintegritas dan mengabdi kepada masyarakat. (***)









