Home / Kesehatan & Olahraga / Nasioanal

Minggu, 30 November 2025 - 09:08 WIB

Kemenkes Benahi Layanan Gawat Darurat Usai Kasus Irene Sokoy

Kemenkes Benahi Layanan Gawat Darurat Usai Kasus Irene Sokoy. (Foto Kemenkes)

Kemenkes Benahi Layanan Gawat Darurat Usai Kasus Irene Sokoy. (Foto Kemenkes)

Kesehatan, Aksarabrita.com // Kementerian Kesehatan mempercepat perbaikan layanan kegawatdaruratan setelah kasus Irene Sokoy di Papua. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa masalah layanan gawat darurat dan kekurangan dokter spesialis justru terjadi di banyak daerah, bukan hanya di Papua.

Kementerian Kesehatan mengambil langkah cepat untuk membenahi sistem kegawatdaruratan dan tata kelola layanan kesehatan setelah kasus Irene Sokoy di Papua menyita perhatian publik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa persoalan serupa juga muncul di berbagai daerah lain.

“Masalah ini tidak hanya terjadi di Papua. Kebetulan kasus ini muncul di media, tetapi daerah lain juga menghadapi masalah yang sama,” ujar Budi dalam Konferensi Pers Investigasi Penolakan Pasien di Papua, Kamis (27/11) di Gedung Kemenkes Jakarta.

Budi menyoroti krisis dokter spesialis, terutama obgyn dan anestesi, yang menghambat layanan kegawatdaruratan di luar Jawa. Ia menyebut banyak rumah sakit tidak memiliki dokter pengganti ketika tenaga medis mengikuti pendidikan atau pelatihan.

Baca Juga :  Ribuan Buruh Turun ke Jalan, Kepung DPR dan Istana Negara

“Krisis dokter obgyn dan anestesi terjadi masif di luar Jawa. Saudara-saudara kita di daerah yang menanggung dampaknya,” tegasnya.

Untuk mengatasi kekurangan SDM, Kemenkes membangun sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit dan mempercepat rekrutmen putra-putri daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyiapkan 500 rumah sakit pendidikan yang mampu mencetak dokter spesialis dari daerah masing-masing.

“Kami ingin putra-putri daerah belajar di sana, bekerja di sana, dan menetap di sana agar mereka mengisi kebutuhan dokter spesialis di daerah asal,” jelas Budi.

Budi juga menyoroti lemahnya tata kelola rumah sakit daerah. Ia menerima banyak permintaan pendampingan dari kepala daerah untuk memperbaiki manajemen rumah sakit. Ia mencontohkan Papua, di mana seluruh ruang operasi menjalani renovasi secara bersamaan sehingga rumah sakit tidak mampu melakukan tindakan operasi.

“Pak Gubernur meminta kami mendampingi perbaikan layanan. Renovasi ruang operasi tidak boleh dilakukan sekaligus karena menghambat pelayanan,” katanya.

Baca Juga :  CSR KMH Bangun Pagar Sekolah di Lubuk Paku

Ia juga meminta seluruh rumah sakit meningkatkan disiplin dalam mengisi data pada sistem rujukan nasional. Data yang tidak lengkap membuat dokter IGD sulit mengetahui ketersediaan dokter atau fasilitas di rumah sakit tujuan.

“Disiplin pengisian data menentukan kualitas pelayanan. Ketika manajemen lemah, masalah langsung muncul di lapangan,” ungkapnya.

Kemenkes memperkuat koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan sebagai otoritas daerah untuk meningkatkan pengawasan. Mereka harus memberikan sanksi ketika rumah sakit menolak pasien gawat darurat.

“Undang-undang Kesehatan yang baru memberi sanksi tegas bagi pimpinan rumah sakit yang menolak pasien gawat darurat. BPJS selalu membayar, jadi tidak ada alasan menolak,” tegas Budi.

Kemenkes menetapkan pemantauan tiga bulan untuk mengevaluasi perbaikan layanan di Papua dan memastikan kasus seperti Irene Sokoy tidak terulang.

“Kami ingin rumah sakit di Papua meningkatkan kualitas layanan dan mencegah kejadian seperti ini,” tutup Budi. (Kemenkes)

Share :

Baca Juga

Daerah

Berburu Saldo DANA Gratis hingga Rp1.000.000: Kumpulan Link DANA Kaget Terbaru Edisi Hari Ini
Terungkap Kronologi, Kakak Ipar Kok Tega

Nasioanal

Terungkap, Kakak Ipar Kok Tega Sama Saya
Chen/Toh Mundur dari BWF World Championships 2026

Kesehatan & Olahraga

Chen/Toh Mundur dari BWF World Championships 2026, Ada Apa?
Apakah Sah Puasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan Islam dan Dampak bagi Kesehatan

Kesehatan & Olahraga

Apakah Sah Puasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan Islam dan Dampak bagi Kesehatan
Aturan Poligami dalam UU KUHP Baru Tuai Polemik Publik

Nasioanal

Aturan Poligami dalam UU KUHP Baru Tuai Polemik Publik
Emas Melejit 3%! Dampak Konflik Iran–Israel

Nasioanal

Emas Melejit 3%! Dampak Konflik Iran–Israel
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand

Nasioanal

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand

Daerah

Mendagri Tito: Aktifkan Pos Ronda, Satlinmas Dikerahkan Bantu Siskamling