Home / Nasioanal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:44 WIB

Emas Melejit 3%! Dampak Konflik Iran–Israel

Emas Melejit 3%! Dampak Konflik Iran–Israel

Emas Melejit 3%! Dampak Konflik Iran–Israel

Nasional – Harga emas dunia kembali menguat tajam pada perdagangan Jumat (27/3/2026). Kenaikan ini terjadi setelah investor memanfaatkan momen koreksi harga atau aksi buy on dip, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Mengutip laporan Reuters, Sabtu (28/3/2026), harga emas spot naik sekitar 2,6 persen ke level USD 4.491,78 per ons. Bahkan, dalam sesi perdagangan, harga sempat menyentuh level tertinggi harian di USD 4.554,39 per ons.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7 persen menjadi USD 4.492,5 per ons.

Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat tertekan pada awal pekan. Pada Senin lalu, harga emas bahkan sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan di kisaran USD 4.097,99 per ons.

Analis pasar senior dari RJO Futures, Daniel Pavilonis, menilai penurunan harga sebelumnya justru menjadi peluang bagi investor.

Baca Juga :  Pejabat Kemendikdasmen Dilantik, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kenalkan Prinsip 5K

“Penurunan harga menciptakan peluang bagus. Saat harga turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, itu menjadi waktu yang menarik untuk membeli emas,” ujarnya.

Ia memperkirakan tren kenaikan emas akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Namun, pergerakan harga tetap sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan kawasan tersebut kini telah memasuki pekan keempat. Konflik antara Iran dan Israel turut menyeret Amerika Serikat, terutama setelah Donald Trump memperpanjang tenggat bagi Iran terkait akses Selat Hormuz. Namun, Iran menolak proposal damai yang diajukan.

Situasi ini mendorong harga energi global tetap tinggi, dengan minyak bertahan di atas USD 110 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi di berbagai negara.

Tekanan inflasi juga memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga, yang biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

Baca Juga :  Bahaya Rokok Ilegal, Pembeli dan Konsumen Dapat Dipidana

Data dari CME Group menunjukkan pelaku pasar tidak lagi mengantisipasi pemangkasan suku bunga AS pada 2026, berbeda dari perkiraan sebelumnya.

Meski demikian, sejumlah lembaga keuangan tetap optimistis terhadap prospek emas. Commerzbank bahkan menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi USD 5.000 per ons, dari sebelumnya USD 4.900 per ons.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga perak naik 2,2 persen menjadi USD 69,54 per ons. Platinum menguat 2,3 persen ke USD 1.868,89, sementara paladium naik 1,8 persen menjadi USD 1.377,25 per ons.

Kondisi ini menegaskan bahwa emas masih menjadi aset aman di tengah ketidakpastian global. (**)

Share :

Baca Juga

Nasioanal

Deadline 17+8 Tuntutan, Mabes TNI Respon Desakan Rakyat

Batang Hari

Kabar Baik! Honorer R1, R2, dan R3 Jadi Prioritas Pengangkatan PPPK Paruh Waktu

Daerah

Pemutihan Pajak Berlaku Oktober 2025, Cek Daerahmu!
BLTS Kesra Rp900 Ribu Sudah Cair Begini Cara Cek Nama Anda

Nasioanal

BLTS Kesra Rp900 Ribu Sudah Cair, Begini Cara Cek Nama Anda

Batang Hari

Viral Video Andini Permata dan Bocil Cek link

Daerah

Besok, PPDI Kerinci Akan Demo Besar – besaran, ini Tuntutannya

Batang Hari

Pelarian Berakhir, Agus Tiba di Mapolres Kerinci dari Malaysia
Operasi Penertiban Nikel Ilegal di Morowali

Hukum & Kriminal

Menhan Pimpin Penertiban Tambang Nikel Ilegal di Morowali