Home / Nasioanal / Pemerintah

Senin, 8 Juni 2026 - 22:04 WIB

DPR RI Tetapkan 6 Poin Hasil Rapat PPPK Penuh dan Paruh Waktu

DPR RI dan Pemerintah Sepakati 6 Poin untuk PPPK

DPR RI dan Pemerintah Sepakati 6 Poin untuk PPPK

Jakarta, aksarabrita.com – Komisi II DPR RI memastikan PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang sudah masuk melalui kebijakan penataan tenaga non-ASN tetap bekerja. Pemerintah daerah tidak bisa menghentikan mereka hanya karena keterbatasan anggaran atau aturan batas belanja pegawai.


Kepastian itu muncul dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan, kepala daerah, serta organisasi pemerintah daerah pada Senin (8/6/2026).


Dalam kesimpulan rapat, Komisi II DPR RI menegaskan bahwa daerah harus mempertahankan PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang telah mengikuti proses penataan tenaga non-ASN. Keterbatasan fiskal daerah maupun ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD tidak dapat menjadi alasan untuk mengakhiri masa kerja mereka.


Komisi II DPR RI juga mendukung langkah pemerintah pusat untuk menerapkan masa transisi dalam pelaksanaan aturan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD. Kebijakan tersebut bertujuan memberi ruang bagi daerah untuk menyesuaikan kondisi keuangan tanpa mengganggu kebutuhan aparatur.

Baca Juga :  Prabowo Gelar Rapat di Kertanegara, Bahas Stimulus Ekonomi Baru


Selain itu, Komisi II DPR RI meminta Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PANRB segera berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Koordinasi tersebut bertujuan mempercepat penerbitan kebijakan terkait perubahan persentase belanja pegawai dalam APBD sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).


Pada kesempatan yang sama, Komisi II DPR RI meminta Kementerian PANRB mempercepat penyusunan Peraturan Pemerintah Manajemen ASN. Regulasi itu diharapkan memberi kepastian masa kerja, jenjang karier, kesejahteraan, dan perlindungan sosial bagi ASN di seluruh Indonesia.


DPR juga mendorong pemerintah pusat menambah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun-tahun mendatang. Tambahan anggaran tersebut akan membantu daerah memenuhi kebutuhan belanja pegawai sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik.
Perhatian khusus juga tertuju pada pembiayaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu di sektor pendidikan dan kesehatan. Komisi II DPR RI meminta Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PANRB berkoordinasi dengan kementerian terkait agar APBN menanggung pembiayaan PPPK daerah, terutama guru, tenaga kesehatan, dan tenaga kependidikan.

Baca Juga :  Spek Gahar Galaxy S27 Ultra Terbongkar, Lawan Berat iPhone?


Kesimpulan rapat tersebut memberi kepastian bagi ribuan PPPK dan PPPK Paruh Waktu di berbagai daerah. DPR RI bersama pemerintah pusat menunjukkan komitmen untuk menjaga keberlanjutan status kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan para aparatur hasil penataan tenaga non-ASN. **

Share :

Baca Juga

Abdul Mu’ti Naikkan Insentif Guru Honorer

Nasioanal

Kado Hari Guru: Abdul Mu’ti Naikkan Insentif Guru Honorer
Wako Alfin Perkuat Sinergi PKK dan Gerakan Jambi Bersholawat

Daerah

Wako Alfin Perkuat Sinergi PKK dan Gerakan Jambi Bersholawat
Meriah! Wako Alfin dan Wawako Azhar Buka Pawai HUT RI Ke - 81

Daerah

Meriah! Wako Alfin dan Wawako Azhar Buka Pawai HUT RI Ke – 81
Prabowo memimpin pemusnahan 214,48 ton narkoba senilai Rp 29,37

Hukum & Kriminal

214 Ton Narkoba Dimusnahkan, Prabowo Tegaskan Sikap Negara
Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN

Pemerintah

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN

Daerah

Satresnarkoba Polres Kerinci Tangkap Pengedar Sabu
Wikipidia Benjamin Netanyahu 2023

Nasioanal

Survei: Mayoritas Warga Israel Tolak Netanyahu Maju Lagi

Daerah

MenPAN-RB dan BKN Sepakati Prioritas Tenaga Honorer untuk Diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu