Home / Pemerintah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Kemensos Evaluasi Sekolah Rakyat, Perkuat Keselamatan Siswa

Kemensos, Sekolah Rakyat, Afrizon Tandjung, keselamatan siswa, evaluasi Sekolah Rakyat,

Kemensos, Sekolah Rakyat, Afrizon Tandjung, keselamatan siswa, evaluasi Sekolah Rakyat,

Jakarta, Aksarabrita.com – Kementerian Sosial memperkuat pengawasan dan pendampingan siswa Sekolah Rakyat menyusul insiden yang melibatkan siswa di Pati, Jawa Tengah, dan Mamuju, Sulawesi Barat. Kemensos menjadikan kedua kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan siswa, memperbaiki pola pengasuhan, dan mencegah insiden serupa.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusdiklatbangprov Kementerian Sosial, Afrizon Tandjung, memastikan pihak terkait telah menangani kedua kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan, perlindungan, dan masa depan anak harus menjadi prioritas dalam setiap penyelesaian masalah di lingkungan sekolah.

Afrizon menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang beragam. Ketika tinggal bersama di asrama, perbedaan tersebut terkadang memicu kesalahpahaman dalam interaksi sehari-hari.

“ Ada kesalahpahaman di antara siswa yang memiliki kebiasaan dan latar belakang berbeda. Dalam interaksi antarsiswa terjadi kontak yang mengakibatkan adanya luka. Anak yang mengalami luka sudah mendapatkan penanganan dari tim medis,” kata Afrizon, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Afrizon, pihak sekolah telah menjalin komunikasi dengan orang tua siswa untuk mencari solusi terbaik. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan keluarga agar setiap persoalan dapat menemukan jalan keluar tanpa mengabaikan kepentingan anak.

“Sekolah dan orang tua sedang berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik. Kami ingin semua persoalan ditangani dengan baik, dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenag Lantik 2.702 PPPK Tahap II Dan PPPK Paruh Waktu

Kemensos Perkuat Pengawasan dan Pengasuhan Asrama

Afrizon menegaskan bahwa tindakan yang menyebabkan siswa terluka tidak dapat dibenarkan, apa pun penyebabnya. Karena itu, ia meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan dan pendampingan, terutama dalam kehidupan sehari-hari di asrama.

Kemensos juga mendorong evaluasi terhadap sistem pengasuhan agar tenaga pendidik, wali asuh, dan wali asrama dapat mendeteksi potensi konflik sejak dini. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap siswa.

“Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan langkah-langkah pencegahan. Kami akan terus mencari jalan keluar, memperbaiki sistem pengawasan, dan meningkatkan kualitas pengasuhan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Afrizon mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya membantu anak memperoleh pendidikan, tetapi juga membimbing mereka membangun karakter dan keterampilan sosial. Melalui kehidupan bersama di asrama, siswa belajar memahami perbedaan, menghargai orang lain, dan menyelesaikan persoalan secara baik.

Karena itu, tenaga pendidik, wali asuh, dan wali asrama perlu memberikan pendampingan secara konsisten. Mereka harus membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru sekaligus menanamkan sikap saling menghormati dalam pergaulan sehari-hari.

“Anak-anak ini sedang belajar hidup bersama, belajar memahami perbedaan, dan membangun kebiasaan baru. Tugas kita adalah membimbing mereka dengan sabar, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi semuanya,” kata Afrizon.

Baca Juga :  Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Dimulai 20 Juni

Lindungi Privasi dan Masa Depan Anak

Selain memperkuat pengawasan, Afrizon meminta semua pihak menjaga privasi anak-anak yang terlibat dalam kedua kejadian tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan peristiwa itu menghambat pendidikan maupun masa depan mereka.

Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh perlindungan, pendampingan, dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, sekolah perlu menyelesaikan persoalan secara bijaksana tanpa mempermalukan anak atau memperburuk kondisi psikologis mereka.

Afrizon menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus terus menjalankan perannya sebagai tempat belajar yang memberikan rasa aman sekaligus menumbuhkan harapan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

“Sekolah Rakyat hadir untuk menjaga harapan dan masa depan anak-anak. Karena itu, setiap persoalan harus kita selesaikan dengan baik, setiap kekurangan harus kita perbaiki, dan setiap anak harus tetap kita lindungi,” kata Afrizon.

Melalui evaluasi menyeluruh, Kemensos mendorong sekolah memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kualitas pengasuhan, dan membangun komunikasi yang lebih erat dengan orang tua. Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan Sekolah Rakyat tetap menjadi lingkungan pendidikan yang aman, manusiawi, dan mendukung masa depan generasi muda. (***)

Share :

Baca Juga

Abdul Mu’ti Naikkan Insentif Guru Honorer

Nasioanal

Kado Hari Guru: Abdul Mu’ti Naikkan Insentif Guru Honorer
Diberhentikan Jadi ASN

Daerah

Dipecat Dari ASN Tanpa Alasan, Nike Minta Keadilan
Terungkap! Daftar Kekayaan Wantimpres, Capai Rp9,35 T

Nasioanal

Terungkap! Daftar Kekayaan Wantimpres, Capai Rp9,35 T
Wabup Katamso Saat Menjadi Pemateri Kuliah Umum di UNJA

Daerah

Wabup Tanjab Barat Soroti Transformasi Digital Kuliah Umum Unja
Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif Hadapi Abu Vulkanik

Pemerintah

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif Hadapi Abu Vulkanik

Daerah

Putra Kerinci Membanggakan! Kombes Pol Ade Harianto Dipromosikan Jadi Brigjen Polisi
Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Daerah

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Dimulai 20 Juni

Nasioanal

Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Dimulai 20 Juni