Sumbar, Aksarabrita.com // Sebanyak 26 jenazah korban bencana galodo yang menerjang kawasan Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya di Jembatan Kembar Padang Panjang, akhirnya berhasil diidentifikasi. Data terbaru dirilis Posko Tanggap Darurat Kota Padang Panjang pada Minggu (30/11/2025) pukul 13.00 WIB, memuat nama, usia, serta asal domisili para korban.
Bencana banjir bandang (galodo) yang menghantam wilayah tersebut terjadi secara tiba-tiba dan menyeret kendaraan serta warga yang sedang melintas. Dari hasil identifikasi, 14 korban tercatat sebagai warga RT 20 Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, sementara 12 korban lainnya berasal dari luar kota yang kebetulan sedang berada di lokasi saat kejadian.
Daftar 12 Korban Non–Padang Panjang
- Riki Saputra (38), Singgalang X Koto, Kabupaten Tanah Datar
- Agung Purnomo (35), Kota Bukittinggi
- Silvi Marta Putri (20), Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Robi Handaryo (42), Anggota TNI, Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar
- Zeni S Marpaung (24), Anggota TNI Subdenpom PP Medan
- Angger Raja Prakarsa (25), Lamposi, Kota Payakumbuh
- Gusrial (37), Tiakar, Kota Payakumbuh
- Rahayu Putri Anjani (21), Hilalang Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Johansa (66), Koto Hilia, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan
Daftar 14 Warga Padang Panjang (RT 20 Silaing Bawah)
- Nilmawati (59)
- Junimar (52)
- Maryulis (52)
- Zainal (50)
- Fitri Ramayani (29)
- Hengki (40)
- Netti (37)
- Meri Andani (30)
- Dafy Hamdani (12)
- Dylan Alfarizqi (5)
- Darman (46)
- Yunefa (47)
- Ristika Salsabila (14)
- Zahara Hidayani (12)
Upaya pencarian dan evakuasi masih dilakukan mengingat kemungkinan masih ada warga yang belum ditemukan. Pemerintah daerah dan relawan terus bersiaga di lokasi bencana, sementara seluruh korban yang telah teridentifikasi sudah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk proses pemulasaraan dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Sumber : Sumbarkita.id







