Home / Hukum & Kriminal / Nasioanal / Pemerintah

Selasa, 18 November 2025 - 16:14 WIB

PPATK Bongkar 97 Ribu Aparat Dan 461 Pejabat Terlibat Judi Online

ilustrasi juli online

ilustrasi juli online

Jakarta, Aksarabrita.com // Laporan terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali mengguncang ruang publik. Dalam dialog “Perang Melawan Jvdi Online” di Kompas TV pada Kamis (7/11/2024), Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir Kongah, memaparkan data mengejutkan soal keterlibatan aparat dan masyarakat dalam transaksi jvdi online.

Natsir mengungkap bahwa 97 ribu personel TNI–Polri dan 461 pejabat negara ikut bertransaksi di platform jvdi online. Ia langsung menyerahkan data itu kepada lembaga penegak hukum untuk ditindaklanjuti. Natsir juga menegaskan komitmen TNI dan Polri yang siap merespons temuan tersebut dan memperkuat upaya pemberantasan jvdi online.

Namun angka itu baru sebagian kecil dari keseluruhan temuan. PPATK menemukan 1,9 juta pegawai swasta ikut terlibat dalam aktivitas yang sama. Laporan itu juga menyebut berbagai profesi lain, mulai dari tenaga kesehatan, pedagang, buruh, jurnalis, nelayan, petani, ibu rumah tangga, hingga pensiunan.

Baca Juga :  Masa Depan PPPK: Kontrak Lebih Panjang, Kompetensi Jadi Kunci

Lebih parah lagi, PPATK mendeteksi 1.162 anak di bawah usia 11 tahun pernah melakukan transaksi jvdi online. Temuan ini memicu kekhawatiran baru soal akses digital anak dan lemahnya pengawasan penggunaan perangkat serta internet di lingkungan keluarga.

Kelompok usia 20–30 tahun muncul sebagai pelaku terbanyak, menandakan bahwa generasi produktif menjadi sasaran utama dalam ekosistem jvdi online.

PPATK juga mencatat nilai transaksi yang menembus Rp600 triliun. Uang itu mengalir ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Filipina, yang menunjukkan betapa masifnya operasi lintas batas yang menggerakkan bisnis ilegal ini.

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan betapa luasnya jaringan jvdi online dan seberapa serius ancaman yang dihadapi Indonesia. Situasi ini berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi, merusak kehidupan keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda. Pemerintah serta aparat penegak hukum perlu bergerak cepat dan tegas sebelum dampaknya meluas. (*)

Baca Juga :  Guru Full Senyum Maret Ini, Gaji, THR dan TPG Berpotensi Cair Berdekatan

Share :

Baca Juga

DPRI, Status PPPK Paruh Waktu Segera Diubah (Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto)

Nasioanal

DPRI, Status PPPK Paruh Waktu Segera Diubah
Pria Tewas Ditusuk, Cemburu Jadi Motif

Hukum & Kriminal

Pria Tewas Ditusuk di Sarolangun, Motif Cemburu Jadi Pemicu
Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said

Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Cabul di Pekalongan, Kemenag Tegaskan Bukan Pimpinan Pesantren
Pembunuhan Sadis Ibu Hamil di Hotel Palembang: Polisi Kantongi Wajah Pelaku

Daerah

Motif Pelaku Pembunuhan Ibu Hamil, Justru Mengejutkan
PPPK Terancam PHK Massal 2027? Guru dan Tendik Justru Aman Ini Alasannya!

Nasioanal

PPPK Terancam PHK Massal 2027? Guru dan Tendik Justru Aman, Ini Alasannya!
Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Gunakan MUTS Saat Upacara

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Wajibkan ASN Gunakan MUTS Saat Upacara

Batang Hari

Kalah Cepat, Jeka Saragih Tumbang oleh Hook Joosang Yoo di Ronde Pertama
Cara Mengobati Usus Buntu Tanpa Operasi

Nasioanal

Cara Mengobati Usus Buntu Tanpa Operasi