Home / Nasioanal

Rabu, 16 Juli 2025 - 10:45 WIB

Kemensos Coret 7 Juta Penerima Bansos Tak Layak

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf: tangkapan layar liputan6.com
Kemensos Coret 7 Juta Penerima Bansos Tak Layak

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf: tangkapan layar liputan6.com Kemensos Coret 7 Juta Penerima Bansos Tak Layak

Aksarabrita.com // Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mencoret lebih dari 7 juta penerima bantuan sosial (bansos) dari daftar penerima aktif. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pencoretan ini dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data, termasuk menggunakan metode lapangan seperti “drone check” serta pengecekan kelengkapan data identitas seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK). Banyak dari penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, atau tidak memiliki NIK valid, sehingga tidak layak menerima bantuan.

“Mungkin yang dulunya dapat, sekarang enggak dapat. Kenapa? Pertama, karena hasil drone check. Jadi kita cek ke lapangan, ada beberapa penerima manfaat yang memang tidak perlu lagi dapatkan bantuan Iuran. Itu yang pertama,” kata Menteri Sosial kepada wartawan, Jakarta, Selasa (15/7/2025). 

Baca Juga :  OTT Wamenaker Noel, KPK Sita Puluhan Mobil Mewah hingga Motor Ducati

Mereka yang tidak memiliki KTP, tidak memenuhi kriteria miskin, atau terindikasi menyalahgunakan dana bansos, termasuk terlibat dalam transaksi judi online, dicoret dari data penerima. Berdasarkan data PPATK, tercatat 571.410 NIK penerima bansos terkait transaksi judi daring dengan total hampir Rp957 miliar.

Dana yang sebelumnya diberikan kepada penerima tidak layak, kini dialihkan kepada keluarga miskin dari Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini mencakup keluarga dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Penerima yang merasa layak tetapi dicoret dari daftar dapat mengajukan sanggahan atau usulan kembali melalui fitur “Usul/Sanggah” pada aplikasi Cek Bansos Kemensos. Selain itu, mereka juga bisa mengurus reaktivasi PBI JKN, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Baca Juga :  Auto Sultan! 26 Kode Redeem Stumble Guys Hari Ini, Tanpa Top Up

Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan memastikan bantuan sosial tidak jatuh ke tangan yang salah. Pemerintah berkomitmen untuk terus membersihkan data agar bansos menjangkau masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.

Share :

Baca Juga

ChatGPT Atlas

Kesehatan & Olahraga

OpenAI Meluncurkan ChatGPT Atlas, Peramban Web (Browser)

Batang Hari

Presiden Prabowo Instruksikan Bansos Tepat Sasaran, Kemensos Gandeng PPATK dan Himbara
Foto. Dok Divisi Humas Polri

Hukum & Kriminal

Kompolnas Apresiasi Polri: 38 Ribu Kasus Narkoba Terungkap

Batang Hari

Resmi Gabung Klub Turki, Megawati Lanjutkan Kiprah Internasional

Batang Hari

Dedy Putra Resmi Jadi Bupati Bungo: Ajak Warga Bersatu Membangun Daerah
(BPMI Setpres Read more: https://setkab.go.id/prabowo-pendidikan-vokasi-dan-sekolah-terintegrasi/?fbclid=IwY2xjawN47F1leHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZBAyMjIwMzkxNzg4MjAwODkyAAEeFM_430JoV0ExPSRzTOBJU3cwyGoKt0j_7aADWyqUhw_0PlB8LEe3GsMydvc_aem_BoHJAdF76yr7OCdI-LGZqg

Nasioanal

Pendidikan Terintegrasi Jadi Strategi Pemerintah Atasi Kemiskinan

Daerah

Tata Cara Shalat Idul Fitri dan Panduan Lengkap 

Hukum & Kriminal

Prabowo Apresiasi Penyelamatan Rp6,6 Triliun Uang Negara