JAMBI, Aksarabrita.com – Aksi unjuk rasa menolak lambannya penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi berakhir ricuh pada Kamis (8/10/2026).
Sekitar 200 mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Aksi Peduli Kabut Asap mengikuti aksi tersebut. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah serius untuk mengatasi karhutla dan dampak kabut asap.
Massa meminta Gubernur Jambi, Al Haris, turun tangan langsung. Mereka juga mendesak pemerintah agar tidak saling melempar tanggung jawab atas persoalan yang mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Massa Long March Menuju Gedung DPRD Jambi
Sebelum situasi memanas, massa melakukan long march dari kawasan Universitas Jambi di Telanaipura menuju Gedung DPRD Provinsi Jambi.
Setibanya di lokasi, para demonstran menyampaikan tuntutan terkait penanganan karhutla. Mereka menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, dan perekonomian warga.
Situasi mulai memanas ketika demonstran dan aparat keamanan terlibat aksi saling dorong. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada pagar gedung DPRD.
Sekitar pukul 17.15 WIB, aparat kepolisian mengerahkan kendaraan taktis water cannon untuk membubarkan kerumunan.
Dalam proses tersebut, polisi mengamankan sejumlah peserta aksi. Namun, pihak terkait masih mendata jumlah orang yang mereka amankan serta kemungkinan korban dalam insiden tersebut.
Massa Menolak Bertemu Perwakilan Pemprov Jambi
Di tengah aksi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi mendatangi demonstran untuk membuka ruang dialog. Namun, massa menolak pertemuan tersebut karena ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jambi, Al Haris.
Para demonstran meminta gubernur memberikan penjelasan mengenai langkah pemerintah dalam menangani karhutla dan mengatasi kabut asap.
Massa juga mendesak pemerintah meningkatkan koordinasi dan mengambil tindakan nyata. Mereka berharap pemerintah segera mengendalikan kebakaran hutan dan lahan agar dampak asap tidak semakin meluas.
Massa Mulai Membubarkan Diri
Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, sebagian besar demonstran mulai meninggalkan kawasan Gedung DPRD Provinsi Jambi. Meski demikian, sejumlah peserta masih berkumpul di kawasan Simpang BI, Kota Jambi.
Situasi di sekitar gedung DPRD berangsur kondusif pada Kamis petang. Sementara itu, masyarakat masih menunggu informasi resmi mengenai jumlah peserta yang polisi amankan dan perkembangan aksi selanjutnya.
Aksi tersebut menegaskan desakan masyarakat agar Pemerintah Provinsi Jambi bertindak lebih serius dalam menangani karhutla. Masyarakat berharap pemerintah segera mengendalikan kebakaran dan mengurangi kabut asap demi melindungi kesehatan serta aktivitas warga. **




















