Home / Hukum & Kriminal / Nasioanal

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:53 WIB

Bahaya Rokok Ilegal, Pembeli dan Konsumen Dapat Dipidana

Bea Cukai Jabar: Pembeli Rokok Ilegal Bisa Dipenjara

Bea Cukai Jabar: Pembeli Rokok Ilegal Bisa Dipenjara

Bogor, Aksarabrita.com // Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya. Peringatan keras kali ini tidak hanya ditujukan kepada para produsen dan pengedar, tetapi juga kepada masyarakat yang membeli maupun mengonsumsi rokok tanpa pita cukai resmi.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat, Finari Manan, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan pemusnahan rokok ilegal yang digelar di Bogor, Jumat (24/10/25). Menurutnya, berdasarkan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, tindakan membeli atau mengonsumsi rokok ilegal termasuk dalam kategori tindak pidana.

“Kami mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Tidak hanya produsen atau penjual yang dapat dikenai sanksi, tetapi pembeli dan konsumen rokok ilegal pun dapat dipidana. Ini adalah ranjau hukum yang nyata,” tegas Finari Manan.

Adapun sanksi yang dapat dikenakan bagi pelanggar meliputi:

  • Pidana penjara maksimal 5 tahun, dan/atau
  • Denda maksimal sebesar Rp 200 juta.
Baca Juga :  Sinergi Ulama dan Pemerintah, Wako Alfin Buka Pleno MUI

Finari menambahkan, daya tarik harga murah sering kali membuat masyarakat tergoda membeli rokok ilegal di warung-warung kecil. Namun, keuntungan sesaat itu berpotensi berujung pada kerugian besar apabila tersangkut proses hukum.

“Diskon harga tidak sebanding dengan risiko hukumnya. Rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga menciptakan persaingan tidak sehat di industri hasil tembakau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Finari mengungkap bahwa Jawa Barat kini menjadi salah satu episentrum peredaran rokok ilegal di Indonesia. Beberapa daerah seperti Cirebon dan Purwakarta tercatat sebagai wilayah dengan intensitas kasus tertinggi.

Selain itu, posisi geografis Jawa Barat yang strategis menjadikannya jalur distribusi utama (gateway) peredaran rokok ilegal menuju wilayah lain seperti Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga :  Kadin Laporkan Program 2026 Sejalan Arahan Presiden Prabowo

Untuk tahun 2025, DJBC Jawa Barat menargetkan pemusnahan 78,5 juta batang rokok ilegal, sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga penerimaan negara dan melindungi masyarakat dari produk tanpa jaminan mutu.

Bea Cukai Jawa Barat mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas peredaran rokok ilegal dengan tidak membeli, menjual, maupun mengonsumsi produk hasil tembakau tanpa pita cukai.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan temuan atau dugaan peredaran rokok ilegal melalui layanan informasi dan pengaduan resmi Bea Cukai.

“Mari bersama-sama melindungi negeri. Rokok ilegal bukan hanya merugikan negara, tapi juga membahayakan masyarakat secara ekonomi dan hukum,” tutup Finari Manan. (tim)

Share :

Baca Juga

Argentina vs Spanyol, Siapa Juara Piala Dunia 2026

Kesehatan & Olahraga

Argentina vs Spanyol, Siapa Juara Piala Dunia 2026
Prabowo Kunci Investasi Rp575 Triliun dari Jepang–Korea

Nasioanal

Prabowo Kunci Investasi Rp575 Triliun dari Jepang–Korea, Ini Rinciannya

Hukum & Kriminal

Brigadir Nurhadi Tewas Usai Cium Wanita Penghibur Saat Pesta Narkoba
Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Koperasi, Ini Detailnya

Nasioanal

Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Koperasi Merah Putih

Hukum & Kriminal

Ricuh Bahas Warisan, Sepupu Dikeroyok
Harga Emas Perhiasan Melemah 9 April 2026, Ini Faktor dan Waktu Terbaik Membeli

Nasioanal

Harga Emas Perhiasan Melemah 9 April 2026, Ini Penyebabnya!
PPPK Bermasalah, BKN Instruksikan Pembatalan SK

Nasioanal

PPPK Bermasalah, BKN Instruksikan Pembatalan SK

Hukum & Kriminal

Viral! Maba Unsri Dipaksa Cium Kening, Himateta Langsung Dibekukan