Aksarabrita.com – Masjid Istiqlal menyiapkan sistem distribusi daging kurban modern berbasis data untuk memastikan penyaluran bantuan Iduladha 2026 dilakukan secara tepat sasaran, higienis, dan ramah lingkungan.
Sistem distribusi tersebut disusun menggunakan skema by name by address sehingga penerima manfaat telah didata secara lengkap sebelum proses penyaluran dilakukan. Daging kurban nantinya akan disalurkan kepada masjid binaan Istiqlal, panti asuhan, pondok pesantren, perguruan tinggi, majelis taklim, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.
Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa langkah tersebut diterapkan agar distribusi bantuan tidak diberikan kepada pihak yang tidak tepat sasaran.
Menurutnya, masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi diharapkan dapat merasakan langsung manfaat ibadah kurban melalui sistem distribusi yang lebih tertata dan terukur.
Selain penyaluran yang berbasis data, proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal juga dipastikan dilakukan dengan memperhatikan standar higienitas dan kelestarian lingkungan. Area penyembelihan disebut telah dirancang secara modern sejak awal pembangunan masjid oleh Presiden pertama RI, Sukarno.
Melalui konsep ekoteologi yang diterapkan, limbah hasil penyembelihan dipastikan tidak mencemari lingkungan sekitar. Aliran darah hewan kurban disebut tidak akan dibuang ke sungai, sementara kotoran hewan akan diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi pupuk.
Area penyembelihan juga dipastikan langsung dibersihkan setelah seluruh proses pemotongan selesai dilakukan sehingga kebersihan lingkungan masjid tetap terjaga.
Pada pelaksanaan Iduladha tahun ini, sebanyak 27 ekor sapi kurban telah diserahkan kepada Masjid Istiqlal. Hewan kurban tersebut diterima dari berbagai pihak, termasuk Artha Graha Internasional dan MNC Peduli.
Partisipasi juga diberikan oleh kalangan nonmuslim, termasuk dari Gereja Katedral Jakarta. Keterlibatan tersebut dinilai sebagai simbol kuat toleransi dan kepedulian sosial antarumat beragama di Indonesia. (***)








