TANJAB BARAT, Aksarabrita.com – Himpunan Keluarga Melayu (HKM) bersama Keluarga Besar Etnis Tionghoa menghadirkan pertunjukan seni budaya yang memukau pada malam penutupan Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal, Rabu (5/8). Penampilan tersebut sekaligus menutup rangkaian pentas budaya selama lima malam dalam Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kolaborasi budaya Melayu dan Tionghoa menghadirkan suasana meriah sekaligus memperkuat silaturahmi antarsuku. Masyarakat menikmati pertunjukan yang menegaskan semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.
Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat bersama Ketua TP-PKK Hj. Fadhilah Sadat menghadiri malam penutupan tersebut. Unsur Forkopimda, anggota DPRD, jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, ketua paguyuban, serta ratusan warga juga memadati Alun-Alun Kota Kuala Tungkal.
Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan menampilkan wajah Tanjung Jabung Barat sebagai daerah yang menjaga persatuan di tengah keberagaman. Berbagai suku dan etnis berbagi panggung untuk menampilkan tradisi masing-masing, sehingga masyarakat dapat menikmati kekayaan budaya dalam suasana penuh rasa saling menghormati.
Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan Sie, M.M., juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat. Kehadiran kami di sini tidak hanya untuk menampilkan seni budaya Tionghoa, tetapi juga sebagai wujud kecintaan kami terhadap tanah kelahiran serta komitmen untuk terus menjaga kebersamaan di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan,” ujarnya.
Sepanjang malam, masyarakat menikmati beragam penampilan, mulai dari silat, tari tradisional Melayu, musik tradisional, dance, hingga atraksi Barongsai yang mengundang tepuk tangan meriah. Antusiasme warga yang bertahan hingga acara berakhir menunjukkan tingginya kecintaan terhadap seni budaya sekaligus kuatnya semangat toleransi di Tanjung Jabung Barat.
Bupati Anwar Sadat menilai pergelaran selama lima malam membuktikan bahwa keberagaman mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat. (***)



















