Home / Game

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:54 WIB

Miris! Setor Jatah ke Lurah, Lapak Pedagang Tetap Dibongkar

Miris! Lurah Diduga Minta Jatah,

Miris! Lurah Diduga Minta Jatah,

Viral, Aksarabrita.com // Video seorang pedagang perempuan menangis histeris saat petugas membongkar lapaknya viral di media sosial. Perempuan tersebut bernama Suheni, warga Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Peristiwa ini menyedot perhatian publik setelah muncul dugaan adanya permintaan “jatah” oleh oknum lurah agar warung milik Suheni tidak digusur. Dugaan itu semakin memicu kemarahan warga karena lapak tetap dibongkar meski permintaan tersebut disebut telah dipenuhi.Video berdurasi sekitar 23 detik itu memperlihatkan Suheni menangis sambil berteriak saat petugas melakukan penertiban. Ekspresi emosional tersebut memantik simpati luas dan memunculkan pertanyaan serius terkait dugaan penyalahgunaan wewenang aparat di tingkat kelurahan

Psikolog Muhammad Rhesa dari Universitas Negeri Makassar menilai reaksi Suheni bukan sekadar luapan emosi sesaat. Ia menyebut korban sangat mungkin mengalami tekanan psikologis yang berat dan berlapis.Menurut Rhesa, Suheni menghadapi dua tekanan besar sekaligus. Pertama, dugaan perlakuan tidak pantas dari pihak yang memiliki kewenangan. Kedua, hilangnya sumber penghidupan yang selama ini menopang kehidupan sehari-hari.“Kondisi ini wajar memicu respons emosional yang kuat. Itu bentuk reaksi alami atas pengalaman traumatis,” ujar Rhesa.Ia menegaskan, ketika sosok yang seharusnya melindungi justru diduga menyalahgunakan kekuasaan, dampaknya bisa jauh lebih dalam. Rasa aman dan kepercayaan korban dapat runtuh dalam waktu bersamaan

Baca Juga :  Pemerintah Sungai Penuh Periksa Alat Tanggap Darurat Bencana

Rhesa menjelaskan, dalam psikologi terdapat istilah acting out, yakni pelepasan emosi akibat tekanan batin yang sangat berat. Respons tersebut sering muncul ketika seseorang merasa terjebak dan tidak memiliki ruang aman untuk menyalurkan keluhan.Jika tidak mendapat pendampingan psikologis, pengalaman seperti ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Korban berpotensi mengalami krisis kepercayaan terhadap otoritas, bahkan memandang masa depan secara negatif

Terkait dugaan korban menuruti permintaan tidak etis, Rhesa menilai persoalan ini perlu dilihat dari sudut pandang ketimpangan kuasa. Ketika kelangsungan usaha berada di tangan pihak berwenang, posisi pedagang kecil menjadi sangat rentan.Dalam kondisi tertekan, rasa takut kehilangan mata pencaharian sering kali lebih dominan dibanding pertimbangan rasional. Situasi ini membuat korban mudah terpaksa mengikuti kehendak pihak yang lebih berkuasa.Hingga kini, pihak kelurahan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Masyarakat berharap ada klarifikasi terbuka dan langkah tegas agar kasus ini tidak berkembang menjadi keresahan publik yang lebih luas.

Baca Juga :  Kabar Mengejutkan! Gregoria Mariska Tunjung Resmi Keluar dari Pelatnas PBSI
***

Share :

Baca Juga

Terbaru, Kode Redeem FF Hari Ini, 19 Januari 2026 Diamond Gratis!

Game

Terbaru, Kode Redeem FF 19 Januari 2026 Diamond Gratis!
Auto Keren! Kode Redeem Roblox Bikin Avatar Makin Stylish

Game

Auto Keren! Kode Redeem Roblox Bikin Avatar Makin Stylish

Daerah

Wako Alfin Dukung Talang Lindung Maju di Lomba Desa Tingkat Provinsi Jambi 2025

Daerah

Lima Ranperda Disetujui DPRD, Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Komitmen Dewan
Kode Redeem CODM 8 Februari 2026 Terbaru

Game

Hadiah Weekend Gratis! Kode Redeem CODM 8 Februari Terbaru
Pemkot dan Kodim 0417 Kerinci Tanam 4.000 Pohon di TPST RKE

Daerah

Wali Kota Pimpin Goro Akbar, Tanam Ribuan Pohon di TPST RKE
Kode Redeem ML Terbaru Selasa, 30 Desember 2025 Double EXP

Game

Kode Redeem ML Terbaru Selasa, 30 Desember 2025 Double EXP

Daerah

Bupati Monadi Tinjau Bimtek Aplikasi SRIKANDI dan GEMA DESA