Home / Hukum & Kriminal

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:00 WIB

Jual Kulit Harimau Sumatera via Medsos, Pria di Tanjabtim Ditangkap

Polres Tanjabtim Bongkar Perdagangan Kulit Harimau Sumatera

Polres Tanjabtim Bongkar Perdagangan Kulit Harimau Sumatera

TANJUNG JABUNG TIMUR, Aksarabrita.com – Satreskrim Polres Tanjung Jabung Timur mengungkap perdagangan kulit harimau Sumatera dan menetapkan seorang pria berinisial BEDU sebagai tersangka. Polisi menemukan satu lembar kulit harimau Sumatera serta tujuh potongan kecil kulit harimau di rumah tersangka. BEDU kini menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Soekany Daulay menjelaskan, laporan masyarakat mengawali pengungkapan kasus tersebut. Warga melaporkan aktivitas seorang pria di Dusun Karya Baru, Desa Lambur, Kecamatan Muara Sabak Timur yang menyimpan sekaligus memperdagangkan kulit harimau Sumatera.

Unit Tipidter Satreskrim Polres Tanjabtim segera menindaklanjuti laporan itu dengan penyelidikan. Tim kemudian menggerebek rumah BEDU dan menemukan satu lembar kulit harimau berukuran sekitar 1 x 1 meter beserta tujuh potongan kecil kulit harimau. BEDU mengakui kepemilikan seluruh barang bukti saat penyidik memeriksanya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Buronan Curanmor Onyeng di Jambi

AKP Ahmad Soekany Daulay menjelaskan, BEDU membeli kulit harimau Sumatera melalui media sosial. Setelah itu, BEDU menyiapkan kulit harimau tersebut untuk dijual kembali demi memperoleh keuntungan.

“Yang jelas, barang tersebut bukan untuk koleksi, melainkan akan diperjualbelikan. Untuk asal-usul kulit harimau itu masih terus kami dalami karena diperoleh melalui transaksi online,” kata Ahmad Soekany Daulay.

Penyidik lalu menguji DNA seluruh barang bukti. Hasil pengujian memastikan kulit tersebut berasal dari harimau Sumatera, satwa langka yang mendapat perlindungan berdasarkan undang-undang.

Penyidik juga memperoleh pengakuan BEDU yang berencana menjual sebagian potongan kecil kulit harimau. Saat ini penyidik menahan BEDU sambil merampungkan penyidikan.

“Berkas perkara sudah kami serahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Dalam waktu dekat kami harapkan dinyatakan lengkap atau P-21 sehingga segera kami limpahkan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Ahmad Soekany Daulay.

Baca Juga :  David Beckham Bergelar Sir, Usai Terima Gelar Raja Charles III

Penyidik menjerat BEDU dengan Pasal 40A ayat (1) huruf f juncto Pasal 21 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pasal tersebut mengancam BEDU dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun, paling lama 15 tahun, serta pidana denda sesuai ketentuan yang berlaku. (***)

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Setelah DPR, Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa

Daerah

Pemuda Rimbo Mulyo Ditangkap Satresnarkoba Bungo, 96 Gram Sabu Disita

Daerah

Kapolda Jambi Umumkan Mutasi Jabatan, Polres Kerinci Dapat Penyegaran Kepemimpinan

Hukum & Kriminal

KPK Resmi Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3
Tragis! Wanita Hamil Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar Hotel Palembang

Daerah

Wanita Hamil Tewas di Hotel, Pelaku Pakai Obat Kuat
Sidang dr Tifa Dimulai 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Praperadilan

Hukum & Kriminal

Sidang dr Tifa Dimulai 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Praperadilan

Daerah

Satresnarkoba Polres Kerinci Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Amankan 11,44 Gram Sabu
Insiden Tragis, Anggota TNI Tembak Rekan Sendir

Hukum & Kriminal

Insiden Tragis, Anggota TNI Tembak Rekan Sendiri