SUNGAI PENUH, Aksarabrita.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengawali pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah secara menyeluruh. Melalui program ini, pemerintah menargetkan seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, masuk dalam pendataan guna menghasilkan data yang akurat dan terpercaya.
Pemkot Sungai Penuh menggelar pencanangan dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (22/6/2026). Pemkot juga mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan apel kerja sebagai penanda dimulainya rangkaian pendataan ekonomi di Kota Sungai Penuh.
Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, memimpin jalannya kegiatan sekaligus membacakan sambutan Wali Kota Sungai Penuh. Dalam kesempatan itu, Alpian memasangkan atribut kepada petugas lapangan sebagai simbol dimulainya Sensus Ekonomi 2026.
Perwakilan Polres Kerinci, Kodim 0417/Kerinci, staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah, dan petugas sensus menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan kuat terhadap pelaksanaan pendataan ekonomi yang menjadi agenda nasional.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Alpian, Pemkot Sungai Penuh menegaskan pentingnya data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Pemerintah memerlukan data yang lengkap dan akurat untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat secara nyata.
“Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat, merancang program sesuai kebutuhan masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Alpian.
Menurut Alpian, petugas sensus akan menjangkau seluruh aktivitas usaha di Kota Sungai Penuh. Petugas akan mendata usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor perdagangan, jasa, industri rumah tangga, pariwisata, pertanian, hingga perusahaan yang bergerak di berbagai bidang ekonomi.
Alpian menilai Kota Sungai Penuh memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Karena itu, pemerintah perlu mencatat seluruh potensi tersebut secara lengkap agar memiliki gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian daerah.
Ia menjelaskan bahwa hasil sensus akan membantu pemerintah menyusun kebijakan ekonomi yang lebih terarah. Pemerintah juga dapat merancang program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berdasarkan data yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Alpian mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pendataan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas dan memberikan data yang benar serta akurat. Data tersebut akan menjadi dasar penting bagi pembangunan ekonomi daerah ke depan,” katanya.
Selain itu, Alpian meminta petugas sensus menjalankan tugas secara profesional, menjaga kerahasiaan informasi responden, serta memastikan seluruh unit usaha masuk ke dalam pendataan tanpa terkecuali.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Sungai Penuh berharap dapat memperoleh potret perekonomian yang lebih komprehensif. Pemerintah ingin memanfaatkan hasil sensus untuk memperkuat perencanaan pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (***)


















