Home / Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 21:31 WIB

Purbaya Kena Reshuffle, Pengamat Ungkap Masalah Kabinet Prabowo

Purbaya Kena Reshuffle, Pengamat Ungkap Masalah Kabinet Prabowo (instagram menkeuri)

Purbaya Kena Reshuffle, Pengamat Ungkap Masalah Kabinet Prabowo (instagram menkeuri)

Jakarta, Aksarabrita.com – Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara belum menjawab seluruh harapan publik. Pengamat politik Djayadi Hanan justru mengungkap persoalan yang lebih besar di balik perombakan Kabinet Merah Putih.

Djayadi meminta pemerintah mengevaluasi ukuran kabinet secara menyeluruh. Menurut dia, pergantian menteri saja tidak cukup untuk membuktikan komitmen pemerintah terhadap efisiensi pemerintahan.

Ia bahkan mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah lebih tegas dengan memangkas jumlah pejabat dalam struktur kabinet.

“Bahkan kalau saya agak ekstrem ya harusnya bukan hanya direshuffle, orang-orangnya dirampingkan sampai menunjukkan betul-betul bisa efisien,” ujar Djayadi dilansir dari Kompas.com, Senin (14/9/2026).

Djayadi menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak ke banyak daerah. Pemerintah memangkas anggaran di berbagai sektor, sementara pemerintah pusat tetap menjalankan struktur kabinet yang besar.

Baca Juga :  Polres Merangin Amankan Pelaku Asusila Anak di Bawah Umur

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Djayadi menilai pemerintah pusat perlu memberikan contoh efisiensi melalui struktur pemerintahannya sendiri.

“Kan lucu bujet dipotongin di mana-mana, orang daerah teriak-teriak budgetnya dikurangi, tapi di pusat sangat besar,” katanya.

Menurut Djayadi, pemerintah harus menyelaraskan kebijakan penghematan anggaran dengan ukuran birokrasi di tingkat pusat. Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya meminta daerah melakukan penghematan.

Djayadi juga mempertanyakan pemecahan sejumlah kementerian menjadi beberapa pos baru. Ia meminta pemerintah mengevaluasi alasan pembentukan setiap kementerian dan memastikan setiap posisi memiliki fungsi yang jelas.

“Banyak menteri yang enggak perlu. Kementerian-kementerian yang tadinya satu atau dua pecah dari berbagai macam itu untuk apa, itu harus dicek ulang,” ujar Djayadi.

Baca Juga :  Gatot Hariyanto alias @dhemit_is_back Bantah Tuduhan Penipuan

Ia menilai pemerintah perlu menghitung kembali manfaat setiap kementerian. Jika sebuah posisi tidak memberikan fungsi strategis, pemerintah perlu mempertimbangkan penghapusan posisi tersebut.

Bagi Djayadi, pemerintah perlu menunjukkan efisiensi dari tingkat pusat. Ketika pemerintah memangkas anggaran daerah, publik juga menunggu langkah serupa di pusat. (***)

Share :

Baca Juga

Bupati Anwar Sadat Ikuti Rakor Karhutla

Daerah

Bupati Anwar Sadat Ikuti Rakor Karhutla
Program Beasiswa Pro-Jambi Cerdas Tahun 2026 Resmi Dibuka

Pemerintah

Program Beasiswa Pro-Jambi Cerdas Tahun 2026 Resmi Dibuka
Miris! PPPK Paruh Waktu di Jambi Terima THR Patungan

Daerah

Miris! PPPK Paruh Waktu di Jambi Terima THR Patungan
Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat

Nasioanal

Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat
Ketua TP-PKK Sungai Penuh Rangkul Korban Kebakaran Koto Tinggi, Warga Terharu

Daerah

Sri Kartini Rangkul Korban Kebakaran Koto Tinggi, Warga Terharu
Presiden Kumpulkan Kepala Daerah Papua di Istana Negara (Dok. Setkab.RI)

Nasioanal

Presiden Kumpulkan Kepala Daerah Papua di Istana Negara
Menpar Widiyanti Bawa Potensi Wisata Bahari Indonesia ke Panggung Investasi Dunia

Pemerintah

Menpar Widiyanti Bawa Potensi Wisata Bahari Indonesia ke Panggung Investasi Dunia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka

Nasioanal

Presiden Tegaskan Pemulihan Energi Terdampak Banjir Dipercepat