Aksarabrita.com — Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Prabowo menekankan kemandirian nasional, persatuan negara-negara Global South, dan penguatan kerja sama multilateral.
Prabowo menyampaikan tiga pesan tersebut dalam sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Ia mengajak negara-negara berkembang memperkuat suara bersama untuk menghadapi berbagai tantangan global.
Pesan pertama menyangkut kemandirian dan ketahanan nasional. Prabowo menilai kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat, terutama pangan, energi, dan pendidikan.
Menurut Prabowo, fondasi nasional yang kuat membuat Indonesia mampu menentukan arah kebijakannya sendiri. Kemandirian tersebut juga membuat Indonesia lebih kuat menghadapi tekanan dan kepentingan berbagai kekuatan global.
Pesan kedua menyoroti persatuan negara-negara Global South. Prabowo mengingatkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika melalui pepatah, “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh.”
Prabowo menilai negara-negara berkembang memiliki peluang besar untuk memperkuat suara bersama dan memperjuangkan kepentingan secara setara. Semangat tersebut juga sejalan dengan perjuangan negara-negara Asia dan Afrika dalam membangun tatanan dunia yang lebih berimbang.
Pesan ketiga berkaitan dengan kekuatan BRICS untuk membangun kerja sama nyata. BRICS mewakili sekitar separuh populasi dunia. Prabowo mendorong negara-negara anggota memanfaatkan kekuatan tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi.
BRICS juga dapat menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan. Kolaborasi tersebut membuka peluang pembangunan yang lebih luas bagi negara-negara berkembang.
Prabowo juga mendorong reformasi tata kelola global agar lebih adil dan inklusif. Ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap perlu memimpin sistem multilateral dunia.
Namun, Prabowo mendorong penguatan PBB agar lembaga tersebut memiliki keterwakilan yang lebih luas, respons lebih cepat, serta kemampuan lebih besar dalam menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat dunia.
Melalui keanggotaan Indonesia di BRICS, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengambil peran aktif dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai.
Kehadiran Indonesia dalam KTT BRICS 2026 memperkuat langkah Jakarta dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang sekaligus mendorong kerja sama global yang lebih konkret. (***)




















