Sungai Penuh, Aksarabrita.com – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., mendorong petani Renah Kayu Embun (RKE) meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengembangan komoditas kopi. Langkah tersebut Alfin kuatkan dengan membagikan bibit kopi sekaligus menyerahkan pupuk kompos kepada masyarakat di kawasan RKE, Jumat (11/9/2026).
Alfin bersama Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menyerahkan bantuan tersebut di Masjid Nurul Haq, Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai. Kegiatan itu turut memperkuat perhatian Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap pertanian dan pengelolaan lingkungan.
Alfin mengatakan pemerintah ingin mendorong kopi RKE tumbuh sebagai salah satu komoditas unggulan masyarakat. Menurutnya, pengembangan kopi dapat membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.
“Kita ingin komoditas kopi di Renah Kayu Embun ini terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat. Bibit yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga ke depan mampu meningkatkan produktivitas serta memberikan nilai tambah bagi para petani,” ujar Alfin.
Alfin juga menyerahkan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Renah Kayu Embun. Pemkot Sungai Penuh mendorong masyarakat memanfaatkan kompos tersebut untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Alfin menilai pengolahan sampah organik menjadi kompos memberi manfaat ganda. Masyarakat dapat mengurangi sampah sekaligus memperoleh bahan yang berguna untuk kebutuhan pertanian.
“Sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat kita olah menjadi kompos yang bermanfaat untuk pertanian. Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun pola pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung sektor pertanian,” jelasnya.
Alfin mengajak masyarakat menjaga kesinambungan antara sektor pertanian dan lingkungan. Ia berharap petani memanfaatkan bibit kopi dan kompos secara optimal agar kedua program tersebut memberi dampak nyata bagi produktivitas dan kesejahteraan warga.
“Kita ingin pertanian dan pengelolaan lingkungan berjalan beriringan. Masyarakat mendapatkan manfaat dari hasil pengolahan sampah, sementara lingkungan menjadi lebih bersih, hijau dan sehat,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Alfin bersama Azhar Hamzah memberikan piagam pengabdian kepada operator ekskavator dan sopir dump truck persampahan yang telah mengabdi selama 10 tahun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi para petugas dalam mendukung pelayanan persampahan di Kota Sungai Penuh.


















