Home / Nasioanal

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:12 WIB

Kasus Kayu Gelondongan Tapsel Resmi Naik Penyidikan

Kasus Kayu Gelondongan Tapsel Resmi Naik Penyidikan (Foto tangkapan layar iq btgfeed)

Kasus Kayu Gelondongan Tapsel Resmi Naik Penyidikan (Foto tangkapan layar iq btgfeed)

Sumut, Aksarabrita.com // Pengusutan kasus kayu gelondongan yang berserakan setelah banjir bandang di Tapanuli Selatan memasuki fase krusial. Bareskrim Polri resmi menaikkan statusnya ke tahap penyidikan setelah menemukan bukaan lahan dan jenis kayu identik di dua titik yang diduga menjadi sumber hantaman kayu, yakni Garoga dan Anggoli.

Perkembangan terbaru kasus temuan kayu gelondongan pascabanjir bandang di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, memasuki babak baru. Bareskrim Polri resmi menaikkan penanganannya ke tahap penyidikan setelah menemukan sejumlah bukti lapangan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Sebelumnya, empat korporasi dihentikan operasinya, sementara delapan perusahaan lain diperiksa terkait dugaan pembalakan liar yang diduga memperparah banjir dan longsor di wilayah Sumut.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri kini memusatkan penelusuran di dua lokasi yang dianggap paling menentukan: Garoga dan Anggoli. Dua titik ini diduga menjadi asal kayu gelondongan yang menghantam permukiman warga dan merusak sejumlah infrastruktur.

Baca Juga :  Wako Alfin Hadiri Lomba Burung Berkicau Piala Wali Kota Cup I Tingkat Nasional

“Yang jelas untuk di TKP Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan,” kata Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, dalam konferensi pers daring, Rabu (10/12/2025).

Irhamni menjelaskan bahwa penyidik bekerja bersama sejumlah instansi untuk mengumpulkan bukti dan memastikan apakah bencana tersebut murni akibat faktor alam atau dipicu aktivitas manusia. “Kami sedang bekerja keras mencari bukti apakah ada peristiwa pidana dari bencana ini. Kami telusuri dari TKP, kami bekerja berdasar alat bukti, tentu harus kami uji melalui laboratorium,” ujarnya.

Penyidik juga masih menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang berserakan di lokasi terdampak banjir. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kayu berasal dari kawasan hutan atau area di luar hutan.

Baca Juga :  Hari ini Nama Arhan dan Asnawi Dicoret, Ini Daftar Skuad Final Timnas Indonesia vs China

Irhamni menyebut tim menemukan sejumlah bukaan lahan serta jenis kayu yang identik di dua titik berbeda, yakni Garoga dan Anggoli. Temuan itu memperkuat dugaan adanya aktivitas ilegal yang berpotensi berkaitan dengan bencana banjir.

“Kombes Fredya selaku penyelidik menemukan beberapa bukaan lahan, dan jenis kayu yang kami temukan identik di TKP Garoga dan Anggoli,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa penyidik kini menelusuri pertanggungjawaban pidana, baik perorangan maupun korporasi.

“Pertanggungjawaban pidana tentunya, akan kami cari siapa yang melakukan, siapa yang menyuruh melakukan, atau siapa yang mendapat keuntungan. Di lokasi kami temukan dua ekskavator dan satu dozer. Kami buktikan perbuatannya apa, yang menyuruh siapa, yang mendapat keuntungan siapa, apakah perorangan atau korporasi,” ujarnya. (Fh)

Share :

Baca Juga

Restitusi Diduga Bocor Rp25 T, 2 Pejabat Dicopot Purbaya

Nasioanal

Restitusi Diduga Bocor Rp25 T, 2 Pejabat Dicopot Purbaya
Bupati Sarolangun Laksanakan Shalat Jenazah H. A. Bakri HM di Jambi

Daerah

Duka Jambi, Bupati Sarolangun Shalat Jenazah H. A. Bakri HM
Prabowo Panggil Menteri ke Hambalang Bahas Bencana dan Ekonomi (Dok. Setkab RI)

Nasioanal

Prabowo Panggil Menteri Bahas Bencana dan Ekonomi
Hasan Nasbi Sindir Purbaya: “Jangan Bikin Pemerintah Kelihatan Pecah di Depan Publik

Hukum & Kriminal

Hasan Nasbi Sindir “Jangan Bikin Pemerintah Kelihatan Pecah”
Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA 2025

Nasioanal

Kemendikdasmen Umum Hasil TKA 2025, Ini Tahapan Selanjutnya

Batang Hari

Kasus Salah Sunat di Kerinci, Keluarga  Resmi Lapor Polisi
Foto: Dokumentasi Universitas Al-Azhar

Nasioanal

Jurusan Bahasa Indonesia Resmi Dibuka di Universitas Al-Azhar Mesir

Batang Hari

BKN Umumkan Jadwal Pembekalan dan Penyerahan SK CPNS 2024, Digelar 20 Mei 2025