Aksarabrita.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menambah 470 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) baru pada penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap II Mei 2026. Langkah ini dilakukan setelah pemerintah memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan lebih tepat sasaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penambahan penerima baru merupakan hasil evaluasi dan pembaruan data yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.
Menurut Gus Ipul, pemerintah terus memperbarui data penerima bansos karena kondisi sosial ekonomi masyarakat selalu berubah. Dengan langkah itu, bantuan bisa diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
Pada penyaluran tahap II ini, pemerintah menyalurkan dua program utama, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan tersebut. Skema ini memudahkan distribusi bansos hingga ke daerah terpencil, termasuk bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Pemerintah juga memprioritaskan penerima bansos tahun 2026 untuk masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Kelompok ini masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan miskin.
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri melalui layanan Cek Bansos dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Melalui penambahan 470 ribu penerima baru ini, pemerintah berharap bansos semakin tepat sasaran serta mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi saat ini. **




















