Kerinci, Aksarabrita.com – Warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih mempertanyakan alasan pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Padahal, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) sudah beroperasi penuh dan mampu menghasilkan daya besar.
Menjawab keresahan masyarakat, pihak PT KMH bersama PLN akhirnya memberikan penjelasan terkait kondisi sistem kelistrikan Sumatra yang sempat terganggu pada 22 Mei 2026.
Manager PLTA PT KMH, Aslori, menegaskan seluruh turbin PLTA Kerinci saat ini beroperasi maksimal. Sejak 15 November 2025, pembangkit tersebut rutin menyuplai listrik ke jaringan PLN.
Menurut Aslori, kapasitas produksi listrik PLTA Kerinci mencapai 350 megawatt (MW). Angka itu berasal dari empat turbin aktif, dengan masing-masing turbin menghasilkan sekitar 87,5 MW.
“PLTA menyuplai listrik sesuai kebutuhan PLN. Siang hari biasanya sekitar 100 MW, sedangkan saat beban puncak mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari bisa mencapai 350 MW,” jelas Aslori.
Ia juga menjelaskan, aliran listrik dari PLTA Kerinci masuk ke jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk. Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan listrik di Kerinci dan Sungai Penuh sebenarnya sangat tercukupi, bahkan surplus.
“Untuk kebutuhan listrik Kerinci dan Sungai Penuh sangat berlebih. Bahkan untuk skala Provinsi Jambi juga masih surplus,” tambahnya.
Meski demikian, Aslori menegaskan distribusi listrik ke pelanggan sepenuhnya menjadi kewenangan PLN. Pihak PLTA hanya menyalurkan daya sesuai permintaan.
Gangguan Sistem Kelistrikan Sumatra
Sementara itu, Manajer PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa PLTA KMH terhubung langsung ke jaringan SUTT 150 kV yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sumatra.
Saat gangguan besar melanda jaringan listrik Sumatra pada 22 Mei lalu, suplai dari PLTA Kerinci langsung dialihkan untuk membantu pemulihan listrik di berbagai wilayah lain.
“Hampir seluruh Pulau Sumatra mengalami pemadaman. Kerinci dan Kota Sungai Penuh justru termasuk wilayah yang tetap bertahan lebih lama,” ujar Eko.
Namun, karena banyak daerah lain masih mengalami gangguan, PLN melakukan pengaturan beban secara bertahap agar proses pemulihan berjalan merata.
Akibatnya, Kerinci dan Sungai Penuh juga ikut menjalani pemadaman bergilir demi menjaga kestabilan sistem listrik Sumatra secara keseluruhan.
PLN Minta Dukungan Warga
PLN memastikan proses pemulihan terus berjalan hingga sistem kembali normal sepenuhnya.
“Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar kondisi kelistrikan segera stabil, sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir,” tutup Eko.
Penjelasan dari PT KMH dan PLN ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat. Meski PLTA Kerinci memiliki kapasitas besar, sistem kelistrikan yang terhubung ke jaringan Sumatra membuat pasokan listrik harus dibagi untuk membantu daerah lain saat terjadi gangguan besar.
Kini, PLTA Kerinci tidak hanya menjadi penopang listrik bagi Kerinci dan Sungai Penuh, tetapi juga berperan penting menjaga stabilitas listrik di Pulau Sumatra.**









