Merangin, Aksarabrita.com – Kabupaten Merangin memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui lomba perahu tradisional dan pacu jalur di Sungai Batanghari, Sabtu (29/7). Kontingen Merangin mengusung Rumah Tuo Kecamatan Tabir sebagai tema utama perahu tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, membuka rangkaian perlombaan tersebut. Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, bersama istrinya, Emi Khafidh, turut hadir dalam pembukaan kegiatan.
Kontingen Merangin membawa konsep Rumah Tuo Kecamatan Tabir sebagai identitas budaya dalam lomba perahu tradisional. Ikon sejarah tersebut menggambarkan kekayaan budaya sekaligus kearifan lokal masyarakat Merangin.
Perahu tradisional Merangin kemudian melintas di depan tribun utama. Penampilan itu mendapat sambutan antusias dari Wabup A. Khafidh dan Emi Khafidh yang menyaksikan langsung jalannya perlombaan.
A. Khafidh mengatakan keikutsertaan Merangin dalam lomba perahu tradisional menunjukkan komitmen daerah untuk menjaga dan memperkenalkan budaya lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi Merangin untuk mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat di tingkat Provinsi Jambi.
“Alhamdulillah, untuk tahun ini Kabupaten Merangin ikut serta dalam lomba perahu tradisional,” ujar A. Khafidh.
Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jambi yang menghadirkan lomba perahu hias sebagai bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya daerah.
A. Khafidh menilai penggunaan Rumah Tuo sebagai tema perahu memberikan pesan kuat tentang identitas budaya Merangin.
“Hari ini kami menyaksikan lomba perahu hias Sungai Batanghari dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Alhamdulillah, penampilan perahu hias menggambarkan Rumah Tuo Kabupaten Merangin. Mudah-mudahan bisa menjadi juara,” ungkapnya.
Keikutsertaan Merangin dalam lomba tersebut sekaligus memperkuat semangat masyarakat untuk menjaga warisan budaya. Kontingen Merangin tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa nama daerah dan memperkenalkan sejarah lokal melalui tampilan perahu. (***)


















