Muara Enim, Aksarabrita.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan gambut Teluk Limo, Desa Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Api membakar lahan sekitar 80 hektare.
Polda Sumatera Selatan merespons kebakaran tersebut dengan mengerahkan 1.000 personel gabungan melalui Operasi Aman Nusa II 2026. Personel gabungan itu langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
Sebelum turun ke lapangan, personel mengikuti pembekalan teknis dan taktis dari Direktur Samapta Polda Sumsel bersama Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H.
Tim pemadam kemudian menerapkan inovasi formula pemadaman X-Fire untuk menangani api di lahan gambut. Tim mencampurkan 800 liter air dengan 200 liter formula dalam proses pemadaman.
Selain menggunakan formula X-Fire, personel menerapkan taktik penyiraman spiral. Mereka bergerak dari bagian luar menuju titik api utama untuk memutus rambatan api sekaligus memadamkan bara yang masih menyala di bawah permukaan tanah gambut.
Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol mengatakan pengerahan 1.000 personel tambahan menjadi respons cepat kepolisian terhadap kondisi karhutla di Teluk Limo.
“Kami mengerahkan 1.000 personel gabungan tambahan ini sebagai respons cepat atas instruksi Kapolri melalui Kapolda Sumsel untuk menangani karhutla di lahan gambut seluas kurang lebih 80 hektare di Teluk Limo, Desa Gelumbang,” ujar James.
Menurut James, personel akan terus melakukan pemadaman dengan mengutamakan strategi yang sesuai karakteristik lahan gambut. Kondisi gambut membuat bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.
Polda Sumsel juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait ikut mencegah karhutla. Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk mematuhi aturan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi keselamatan bersama dan mencegah bencana asap yang lebih luas,” tegas Nandang.
Polda Sumsel mengandalkan sinergi personel, strategi pemadaman, dan inovasi formula X-Fire untuk mengendalikan karhutla di Teluk Limo. Upaya tersebut juga bertujuan menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mencegah asap menyebar ke wilayah sekitar. (***)



















