Home / Hukum & Kriminal

Jumat, 11 September 2026 - 16:59 WIB

Prajurit TNI AU Serda Ahmad Meninggal, Diduga Dianiaya Senior

Karangan Bunga atas meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa (foto detik_jatim)

Karangan Bunga atas meninggalnya Serda Ahmad Muzammil Farisa (foto detik_jatim)

Aksarabrita.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Serda Ahmad Muzammil Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara berusia 22 tahun yang meninggal setelah dugaan penganiayaan di lingkungan tempatnya bertugas.

Rumah duka Ahmad di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ramai oleh pelayat pada Jumat (11/9). Karangan bunga menghiasi sekitar rumah keluarga. Kerabat, tetangga, dan warga datang menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit muda tersebut.

Keluarga mengantar jenazah Ahmad ke kompleks pemakaman umum Desa Jonggrang pada Jumat dini hari. Peti jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelum prosesi pemakaman, keluarga membuka peti untuk memastikan identitas Ahmad.

Ahmad bertugas sebagai Bintara Psikologi di Dinas Psikologi TNI Angkatan Udara (Dispsiau). Prajurit muda itu meninggal sekitar pukul 03.00 WIB pada Kamis (10/9).

Kabar tersebut membuat keluarga terpukul. Terlebih, keluarga sempat memperoleh informasi berbeda mengenai penyebab kematian Ahmad.

Ayah Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan rekan-rekan satu angkatan Ahmad di Jakarta pertama kali menghubungi keluarga pada Kamis pagi untuk menyampaikan kabar duka.

Baca Juga :  Vonis Mati Kopda Bazarsah Kasus Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, Ini Fakta Mengejutkan 

“Kami ditelepon dari Jakarta melalui teman-teman angkatan almarhum anak saya pada Kamis pagi terkait kabar duka tersebut,” ujar Toni. dilansir dari Nusantara Abadi News

Pada awalnya, keluarga mendengar kabar bahwa Ahmad mengalami kecelakaan dalam proses pembinaan senior. Namun, pihak Dispsiau kemudian menyampaikan informasi berbeda kepada keluarga.

Toni mengatakan pihak Dispsiau menyebut senior melakukan penganiayaan terhadap Ahmad di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Awalnya informasi memang simpang siur karena kecelakaan sejak pembinaan senior. Namun dari Dinas Psikologi tempat anak kami bekerja, infonya penganiayaan yang dilakukan senior,” tutur Toni.

Dugaan penganiayaan tersebut membuat keluarga meminta aparat mengungkap kasus secara menyeluruh. Toni menegaskan Ahmad baru sekitar dua tahun menjalankan tugas di lingkungan Psikologi Mabes TNI AU.

“Kami keluarga yang merasa kehilangan sekali. Anak saya baru dua tahun dinas di Psikologi Mabes AU. Harapan kami bisa benar-benar mendapatkan hak dan keadilan,” tegasnya.

Baca Juga :  Wako Alfin Tegaskan Dukungan pada Peluncuran 80 Ribu Koperasi Merah Putih

Toni juga mengatakan keluarga mendapat informasi bahwa aparat telah menahan seorang tersangka di Pusat Polisi Militer.

Keluarga berharap aparat mengungkap seluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan Ahmad kehilangan nyawa. Toni meminta proses hukum berjalan transparan dan memberikan hukuman setimpal jika penyidik menemukan unsur pidana.

Keluarga juga sempat melihat foto hasil pemeriksaan visum. Toni mengatakan foto tersebut memperlihatkan luka pada dagu dan lebam pada bagian dada.

Namun, keluarga belum mengetahui seluruh hasil pemeriksaan karena pihak terkait belum menyerahkan berita acara resmi kepada mereka.

Keluarga meminta jajaran pimpinan TNI memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Toni juga meminta Panglima TNI, KASAU, hingga Presiden Prabowo Subianto ikut mengawal proses hukum agar aparat mengungkap kasus secara terang.

“Kami mohon kepada yang berwenang, baik melalui Panglima TNI, KASAU, maupun Presiden Prabowo Subianto, agar hal ini menjadi atensi khusus dan betul-betul diperhatikan,” pintanya. (***)

Share :

Baca Juga

Daerah

Rutan Sungai Penuh Gelar Razia dan Tes Urine Dadakan
Berhasil Tumpas OPM, 52 Prajurit Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Daerah

Berhasil Tumpas OPM, 52 Prajurit Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Daerah

Diduga Kebal Hukum, YI Bebas Edarkan Rokok Tanpa Cukai
Foto ilustrasi santri (foto IDN Times)

Hukum & Kriminal

Heboh! Juri Hafiz Quran TV Jadi Tersangka Lecehkan Santri
34 Polisi Dipecat

Hukum & Kriminal

Langgar Etik Berat, Polda Sulteng Pecat 34 Personel Polri

Hukum & Kriminal

Prabowo Sampaikan Belasungkawa, Janjikan Perlindungan Untuk Keluarga Affan  
Sungguh Keji, Ibu Dosen Erni Menjerit dalam Rekonstruksi

Daerah

Sungguh Keji, Ibu Dosen Erni Menjerit dalam Rekonstruksi
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Hendry Novika Chandra. Foto Liputan6.com

Hukum & Kriminal

Bripda Torino Tobo Dara Aniaya Dua Siswa SPN, Polda NTT Jatuhkan PTDH