Merangin, aksarabrita.com – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Sulthon Fattah dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jambi.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Sulthon Fattah Tahun 2026 di Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Sabtu (13/6/2026).
Dalam sambutannya, Al Haris mengaku bangga melihat perkembangan pesantren yang semakin pesat. Menurutnya, kemajuan itu lahir dari keteguhan para kiai dan pengasuh dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam.
“Pondok ini semakin maju dan terus melahirkan generasi yang mewarisi ilmu agama serta memiliki akhlakul karimah. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jambi dan Indonesia,” ujar Al Haris.
Ia menilai pondok pesantren berperan besar membantu pemerintah mencetak generasi yang cerdas, berilmu, dan berakhlak mulia. Karena itu, Al Haris menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh dan guru yang terus mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kualitas pendidikan pesantren agar mampu melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Pada kesempatan tersebut, Al Haris menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Program CSR Bank Jambi senilai Rp20 juta sebagai dukungan terhadap pengembangan Pondok Pesantren Sulthon Fattah.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Jawa Timur, Dr. KH. Marzuki Murtamar, M.Ag., dalam tausiahnya mengajak umat Islam menjaga persatuan, menghormati perbedaan mazhab, dan memperkokoh komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Haflah Akhirussanah turut dihadiri Wakil Bupati A. Khafidh Moei, sejumlah kepala OPD Provinsi Jambi, pengurus pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta ratusan santri dan wali santri. Acara tersebut menjadi penutup tahun ajaran sekaligus momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.**







