Home / Nasioanal

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:03 WIB

Panglima TNI Lantik 734 Perwira Prajurit Karier TNI 2026

Panglima TNI Lantik 734 Perwira Prajurit Karier TNI 2026

Panglima TNI Lantik 734 Perwira Prajurit Karier TNI 2026

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melantik 734 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Prima, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/7/2026).

Sebanyak 734 perwira mengikuti pelantikan tersebut. Mereka terdiri atas 438 perwira Matra Darat, 203 Matra Laut, dan 93 Matra Udara. Melalui pelantikan ini, TNI memperkuat sumber daya manusia yang profesional, modern, dan siap menghadapi tantangan pertahanan negara.

Panglima TNI Beri Penghargaan Siswa Terbaik

Selain melantik para perwira, Panglima TNI juga menyerahkan penghargaan kepada siswa terbaik pria dan wanita dari setiap matra.

Dari Matra Darat, penghargaan diraih Letda Inf Agus M.D. Simamora, S.E. dan Letda Caj (K) Dita Listya Etania, S.I.Kom., M.I.Kom.

Selanjutnya, Matra Laut menetapkan Letda Laut (KH) Daffa Reyhan Gymnastiar, S.IIP. dan Lettu Laut (K/W) drg. Kunthi Tri Haryanti sebagai siswa terbaik.

Baca Juga :  Penutupan MTQ Siulak Gedang Dihadiri Bupati Monadi

Sementara itu, Matra Udara memberikan penghargaan kepada Letda Sus Muhamad Bachrul Ferlyanto, S.Geo. dan Letda Kes (W) Ns. Vera Septiana Fardani, S.Tr.Kep.

Panglima Tekankan Profesionalisme

Dalam amanatnya, Panglima TNI mengucapkan selamat kepada seluruh perwira remaja yang telah menyelesaikan pendidikan pertama. Ia mengingatkan bahwa tantangan tugas TNI terus berkembang.

Karena itu, setiap perwira harus memiliki wawasan strategis, mampu mengikuti perkembangan teknologi, dan terus meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

“Tantangan tugas TNI yang semakin kompleks saat ini menuntut setiap perwira memiliki wawasan strategis yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Untuk itu terus tingkatkan profesionalisme dan kualitas kepemimpinan, kuasai teknologi, serta pegang terus Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap pengabdian,” tegas Panglima TNI.

Perwira Muda Diminta Jaga Integritas

Panglima TNI juga meminta seluruh perwira muda menjaga integritas, profesionalisme, loyalitas, dan netralitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Baca Juga :  Bupati BBS Perkuat Kepemimpinan di KPPD Lemhannas

Ia menegaskan bahwa setiap perwira harus waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat melemahkan persatuan bangsa. Selain itu, para perwira wajib menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai-nilai keprajuritan.

“Saya memerintahkan seluruh perwira muda untuk senantiasa waspada terhadap setiap ancaman yang dapat melemahkan persatuan bangsa, konsisten menjaga netralitas TNI, serta melaksanakan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” ujar Panglima TNI.

Komitmen Membangun SDM Unggul

Pelantikan Perwira Prajurit Karier TNI Tahun Anggaran 2026 menjadi bukti komitmen TNI dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, modern, dan adaptif.

Melalui para perwira baru tersebut, TNI berharap mampu memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus menjawab tantangan yang terus berkembang. (**)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gaji Bersih Anggota DPR Usai Pemangkasan Tunjangan, Ini Rinciannya
Kemenag Sumut Apresiasi Polres Sibolga Tangani Kasus Penganiayaan di Masjid Agung

Nasioanal

Kemenag Apresiasi Polres Sibolga Tangani Kasus Penganiayaan

Daerah

Dua Terduga Pelaku Penembakan 3 Personel Polisi Ditangkap
Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta,

Hukum & Kriminal

Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Batang Hari

Kasus Salah Sunat di Kerinci, Keluarga  Resmi Lapor Polisi
Menkeu Purbaya Tetapkan Rencana Redenominasi: Rp1.000 Jadi Rp1

Nasioanal

Menkeu Purbaya Tetapkan Rencana Redenominasi: Rp1.000 Jadi Rp1
Panen Raya Udang Kebumen, Presiden Prabowo Protein dan Proyek Penghasil Lapangan Kerja

Nasioanal

Panen Raya Udang Kebumen, Presiden Prabowo Protein dan Proyek Penghasil Lapangan Kerja

Daerah

PBHI Tolak RUU TNI-Polri-Kejaksaan: Ancaman bagi Demokrasi dan HAM?