BERITA VIRAL // Sebuah kisah dari Palembang baru-baru ini menjadi viral di media sosial. Seorang pria bernama Anjas memutuskan untuk membatalkan pernikahannya hanya sehari sebelum hari H. Keputusan ini diambil setelah ibunya diperlakukan dengan tidak hormat oleh calon istri, Dona.
Menurut keterangan yang beredar, insiden tersebut bermula dari kekurangan uang mahar sebesar Rp700 ribu dari total yang disepakati. Dalam proses diskusi mengenai hal ini, Dona disebut-sebut membentak dan menunjuk-nunjuk ibu Anjas, yang membuat keluarga pihak pria merasa tersinggung dan terhina.
Akibat insiden itu, Anjas dan keluarganya sepakat untuk membatalkan pernikahan. Keputusan ini menuai beragam reaksi di dunia maya, namun banyak netizen justru memberikan dukungan penuh kepada Anjas. Kalimat seperti “Istri bisa dicari, tapi ibu tak terganti” menjadi simbol solidaritas warganet terhadap keputusan Anjas yang dianggap menjunjung tinggi kehormatan orang tua.
Setelah kejadian viral tersebut, keluarga Dona dilaporkan meninggalkan rumah mereka di Desa Belambangan, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Keluarga Anjas juga dikabarkan berencana membawa kasus ini ke jalur hukum karena uang mahar yang telah diserahkan belum dikembalikan.
Sementara itu, pihak keluarga Dona mengeluarkan pernyataan melalui media sosial. Mereka menuding pihak Anjas tidak jujur dalam menyampaikan kronologi kejadian dan merasa nama baik keluarga mereka dirugikan akibat penyebaran informasi sepihak.
Kasus ini menimbulkan perdebatan luas di masyarakat mengenai pentingnya komunikasi, etika, dan penghormatan terhadap orang tua dalam menjalin hubungan serius seperti pernikahan.






