Home / Nasioanal / Religi

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:13 WIB

Sidang Kabinet: Kemiskinan di Indonesia Turun 8,47 Persen

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta (20/10/25). Dok. SetkabRI

Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta (20/10/25). Dok. SetkabRI

BERITA NASIONAL// Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian positif ekonomi nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta (20/10/25). Ia menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan pertumbuhan meski dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi.

“Di tengah kondisi seperti ini di mana keadaan geopolitik begitu tidak menentu, geoekonomi pun tidak menentu, di mana mata rantai komoditas-komoditas strategis pasti terpengaruh oleh keadaan geopolitik dunia yang tidak menentu. Energi, pangan sangat rawan terhadap ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi ini. Alhamdulillah kita mampu menjaga pertumbuhan ekonomi masih tetap tinggi dibandingkan seluruh dunia, kita berada di 5 persen,” ucap Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah berhasil menekan defisit APBN di bawah 3 persen dari PDB. Ia juga memastikan inflasi tetap stabil di kisaran 2 persen dan mengklaim angka itu sebagai yang terendah di antara negara anggota G20.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Akan Dihapus, Ini Penjelasan Revisi UU

“Kita tidak boleh remehkan ini. Negara besar sekalipun banyak yang kesulitan menahan inflasi. Kita justru berhasil jaga stabilitas dan kepercayaan pasar,” ujar Prabowo.

Presiden menyoroti kinerja pasar modal yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah menembus level 8.000 dan mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional.

“Kita harus kuatkan fondasi ekonomi yang paling mendasar: pangan, energi, dan air. Pemerintah akan terus menjamin ketersediaan, produksi, dan distribusinya secara efisien,” kata Prabowo.

Presiden juga melaporkan penurunan tingkat kemiskinan nasional menjadi 8,47 persen, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,76 persen, yang merupakan angka terendah sejak krisis 1998.

Baca Juga :  Perbedaan Niat Mandi Sunnah Idulfitri Pria dan Wanita, Jangan Sampai Keliru

“Saya bangga dengan capaian ini, tapi kita tidak boleh puas. Dari 287 juta penduduk, masih banyak yang belum bekerja. Kita harus pikirkan ini dengan serius,” ungkapnya.

Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong kesejahteraan rakyat.

(Fh)

Share :

Baca Juga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka

Nasioanal

Presiden Tegaskan Pemulihan Energi Terdampak Banjir Dipercepat
Empati Korban Bencana, Khofifah Larang Warga Pesta Kembang Api

Nasioanal

Empati Korban Bencana, Khofifah Larang Pesta Kembang Api
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan Nadiem

Hukum & Kriminal

Praperadilan Ditolak, Nadiem Makarim Resmi Jadi Tersangka
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat (Setkab RI)

Nasioanal

Prabowo Luncurkan 166 Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis

Daerah

Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Masih Dibuka, Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya
ASN Wajib Tahu! BKN Resmi Atur Pemakaian Seragam Batik Korpri 2026

Nasioanal

ASN Wajib Tahu! BKN Resmi Atur Pemakaian Seragam Batik Korpri 2026

Hukum & Kriminal

20 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kematian Prada Lucky
Nadiem Makarim Murka Dituntut 18 Tahun Penjara

Hukum & Kriminal

Nadiem Makarim Murka Dituntut 18 Tahun Penjara