Home / Kesehatan & Olahraga / Nasioanal

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:53 WIB

Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir

Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir Sumatera. (Foto Kemenkes)

Sumatera Barat Catat Kasus Demam Tertinggi Pascabanjir Sumatera. (Foto Kemenkes)

Kesehatan, Aksarabrita.com // Sumatera Barat mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Pada periode 25–29 November 2025, lima kabupaten—Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar—melaporkan 376 kasus demam.

Warga juga banyak mengeluhkan myalgia sebanyak 201 kasus, gatal 120 kasus, dispepsia 118 kasus, ISPA 116 kasus, hipertensi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.

Di Sumatera Utara, kondisi kesehatan menunjukkan pola serupa. Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 277 kasus demam pada periode 25 November–1 Desember 2025. Masyarakat juga melaporkan myalgia 151 kasus, gatal 150 kasus, dispepsia 94 kasus, ISPA 96 kasus, hipertensi 75 kasus, luka-luka 45 kasus, sakit kepala 23 kasus, diare 23 kasus, dan asma 3 kasus.

Baca Juga :  Desember 2025: Ribuan Formasi PPPK Sekolah Rakyat Dibuka

Aceh menampilkan pola berbeda. Kabupaten Pidie Jaya mencatat 35 kasus luka-luka pada 25–30 November 2025, disusul ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa lonjakan kasus demam mencerminkan lingkungan yang belum pulih setelah banjir.

“Kasus demam meningkat cepat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih belum memadai. Kondisinya ikut memburuk karena pelindung tubuh tidak mencukupi selama warga mengungsi,” ujarnya.

Agus memastikan Kemenkes mengerahkan tenaga kesehatan tambahan dan memperkuat suplai logistik kesehatan di wilayah terdampak.

“Kami menambah obat dan SDM kesehatan untuk mempercepat penanganan keluhan kesehatan warga. Kami fokus memutus penularan dan menekan risiko komplikasi,” tegasnya.

Situasi pascabanjir juga membuka peluang peningkatan kasus DBD dan leptospirosis. Genangan air sisa banjir memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sementara distribusi urine tikus dan hewan lain di area terdampak memperbesar risiko leptospirosis.

Baca Juga :  Meski Jadwal Diperpanjang, Sejumlah Instansi Belum  Usulkan Formasi PPPK Paruh Waktu

Kemenkes mengimbau masyarakat memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah yang dapat warga lakukan meliputi:

1. Mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan tubuh, dan memakai alas kaki.

2. Mengonsumsi makanan matang serta memakai air minum yang aman.

3. Menjaga lingkungan pengungsian tetap kering dan bebas genangan.

4. Membuang sampah di tempatnya, menggunakan toilet darurat dengan benar, dan menutup luka secara rapat.

5. Menerapkan 3M Plus untuk mencegah DBD.

6. Memeriksakan diri ke pos kesehatan jika mengalami gejala seperti diare, ISPA, atau gatal-gatal.

(Fai)

Share :

Baca Juga

Daerah

Banjir dan Longsor Bali Tewaskan 7 Orang, Ratusan Warga Mengungsi
BLT Kesra Rp900 Ribu Tidak Cair Mei 2026 Ini Fakta Sebenarnya

Nasioanal

BLT Kesra Rp900 Ribu Tidak Cair Mei 2026, Ini Fakta Sebenarnya
Penyebab Rodtang Kalah TKO dari Takeru

Kesehatan & Olahraga

Ini Penyebab Rodtang Kalah TKO dari Takeru

Batang Hari

Batas Akhir Pengusulan PPPK Paruh Waktu 2025, Segera Cek Status
Bansos PKH dan BPNT mulai cair April 2026 tahap 2. Cek jadwal penyaluran, besaran bantuan, dan cara cek penerima terbaru di sini.

Nasioanal

PKH dan BPNT Tahap 2 Cair, Ini Jadwal Lengkapnya
Berapa THR PPPK 2026? Ini Nominal PPPK per Golongan

Nasioanal

Berapa THR PPPK 2026? Ini Nominal PPPK per Golongan
Presiden Prabowo Tinjau Pengungsian di Bireuen, Santap Makan Siang Bersama Warga

Nasioanal

Presiden Tinjau Pengungsian di Bireuen, Makan Bersama Warga
Presiden Prabowo pulang ke Indonesia

Nasioanal

Prabowo Jadi Saksi Perdamaian Gaza, Dunia Akui Peran Indonesia