Kesehatan, Aksarabrita.com // Durian memang mengandung gula alami, protein, vitamin, kalsium, zat besi, fosfor, dan nutrisi lain yang mampu meningkatkan energi tubuh. Namun pakar kesehatan melarang bayi dan balita makan durian karena kadar gula alaminya sangat tinggi dan bisa memicu masalah kesehatan.
Bayi dan balita masih memiliki ginjal yang belum mampu mengolah gula atau garam lebih dari satu gram per hari. Jika mereka makan durian, ginjal harus bekerja ekstra keras. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit ginjal dan hipertensi di masa mendatang. Penyakit tersebut juga bisa berujung pada kematian dini.
Durian mengandung serat tinggi dan membutuhkan proses mengunyah yang baik sebelum tertelan. Banyak balita belum mampu mengunyah makanan dengan halus sehingga durian dapat memicu: sembelit, perut kembung, dan gangguan pencernaan.
Durian juga menciptakan sensasi panas di perut. Anak yang masih kecil bisa mengalami sakit tenggorokan hingga susah tidur setelah memakannya.
Orang tua sebaiknya tidak memberikan durian kepada bayi dan balita. Pilih buah lain yang lebih aman seperti pisang, pepaya, atau apel kukus.
Kelompok Orang yang Harus Menghindari Durian
1. Penderita Obesitas
Durian mengandung kalori dan karbohidrat tinggi. Konsumsi berlebihan bisa memperparah obesitas dan meningkatkan risiko penyakit berat seperti jantung, stroke, kanker, dan diabetes.
2. Penderita Diabetes
Kadar gula alami durian yang tinggi bisa memicu lonjakan gula darah dan memperparah kondisi diabetes.
3. Penderita Maag Parah
Penderita maag ringan masih bisa makan durian dalam porsi kecil. Namun jika maag sudah parah, durian bisa memperburuk nyeri dan rasa tidak nyaman di lambung.
Jika anak menunjukkan gejala gangguan kesehatan, segera periksakan ke dokter!
(Fai)









