SUNGAI PENUH, Aksarabrita.com – Perempuan Kota Sungai Penuh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Siti Hajir berhasil meraih kepercayaan untuk memimpin Kantor Urusan Agama (KUA) setelah Kementerian Agama melantiknya sebagai Kepala KUA dalam sebuah prosesi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah besar Kementerian Agama dalam memperkuat transformasi layanan keagamaan di Indonesia. Melalui kebijakan baru, Kementerian Agama membuka kesempatan yang sama bagi Penyuluh Agama Islam dan penghulu untuk memimpin KUA.
Keberhasilan Siti Hajir membawa kebanggaan bagi Kota Sungai Penuh. Ia masuk dalam daftar 15 perempuan dari seluruh Indonesia yang berhasil menembus jabatan Kepala KUA. Capaian ini sekaligus menandai semakin besarnya peran perempuan dalam memimpin layanan keagamaan di tengah masyarakat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Kementerian Agama terus memperkuat fungsi KUA sebagai pusat layanan keagamaan. Menurutnya, KUA kini tidak hanya menangani urusan pencatatan nikah, tetapi juga mengembangkan layanan pembinaan keluarga, bimbingan perkawinan, kemasjidan, zakat, wakaf, hisab rukyat, dan berbagai program penguatan kehidupan beragama.
Pengalaman para penyuluh agama perempuan dalam mendampingi keluarga, majelis taklim, dan komunitas keagamaan menjadi modal penting untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Kementerian Agama mendorong lahirnya kepemimpinan yang inklusif dan profesional di lingkungan KUA.
Siti Hajir kini mengemban tanggung jawab besar untuk memperkuat kualitas layanan keagamaan sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadirannya sebagai Kepala KUA juga memberi inspirasi bagi perempuan di Sungai Penuh untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Prestasi yang diraih Siti Hajir membuktikan bahwa kompetensi, dedikasi, dan pengabdian mampu membuka jalan menuju posisi kepemimpinan. Kota Sungai Penuh pun ikut mencatatkan namanya dalam sejarah baru Kementerian Agama melalui kiprah salah satu putri terbaik daerah tersebut. (***)







