BERITA KERINCI// Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Tahun Anggaran 2025, Kamis (12/6/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Polda Jambi ini secara resmi dibuka oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar.
Rakernis tahun ini mengusung tema:
“Peran Intelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung Terwujudnya Astacita.”
Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. M. Mustaqim, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, para pejabat utama Polda, PJU Ditintelkam, serta para Kasat Intel dan Kanit Intel dari seluruh Polres jajaran.
Rakernis ini bertujuan menyelaraskan strategi dan peran intelijen keamanan Polri dalam merespons dinamika sosial serta mengantisipasi potensi ancaman yang berkembang di wilayah hukum Polda Jambi.
Dalam sambutannya, Kapolda Jambi menegaskan pentingnya kehadiran intelijen yang responsif dan presisi dalam mendukung pengambilan keputusan di setiap level kepemimpinan.
“Intelijen harus mampu mendeteksi secara dini segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas, khususnya menjelang agenda-agenda nasional mendatang,” tegas Irjen Krisno.
Ia juga menyoroti sejumlah potensi ancaman nyata yang harus menjadi fokus jajaran intelijen, antara lain:
- Kebangkitan pola premanisme baru, termasuk pungli terselubung dan penguasaan aset secara ilegal.
- Konflik agraria antara masyarakat, perusahaan, dan komunitas adat.
- Aksi unjuk rasa terkait isu nasional seperti PHK massal, revisi RUU Polri/TNI, hingga distribusi bansos.
- Ancaman digital, termasuk hoaks berbasis AI, penyusupan sistem, dan propaganda tersembunyi di media sosial.
- Radikalisme daring, khususnya di kalangan mahasiswa dan wilayah perbatasan.
- Kejahatan ekonomi dan SDA, seperti illegal mining dan penyelewengan distribusi BBM.
- Persaingan politik yang berpotensi konflik horizontal jika tidak ditangani secara bijak.
Melalui Rakernis ini, Polda Jambi berharap seluruh jajaran intelijen dapat meningkatkan kemampuan analisis, kepekaan terhadap dinamika lapangan, serta koordinasi yang solid antarsatuan dalam menjaga stabilitas wilayah. (Jul)






