Home / Nasioanal / Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:02 WIB

Pelanggaran Higienitas, BGN Tutup 833 Dapur MBG

Pelanggaran Higienitas, BGN Tutup 833 Dapur MBG

Pelanggaran Higienitas, BGN Tutup 833 Dapur MBG

Aksarabrita.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen 833 dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN mengambil keputusan tersebut setelah tim evaluasi menemukan berbagai pelanggaran di sejumlah daerah.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan kebijakan itu mulai berlaku pada Senin, 27 Juli 2026. Menurutnya, BGN mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai standar.

“Kami telah menemukan adanya 833 dapur yang kami suspend per hari ini,” ujar Sudaryono saat memberikan keterangan di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Ratusan Dapur Tersebar di Berbagai Wilayah

Sebanyak 98 dapur yang terkena sanksi berada di Sumatera. BGN juga menutup 311 dapur di Jawa dan Madura serta 424 dapur di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga :  Dua Terduga Pelaku Penembakan 3 Personel Polisi Ditangkap

Sudaryono menegaskan BGN tidak lagi menyalurkan kompensasi maupun insentif kepada seluruh SPPG yang menerima sanksi permanen. Kebijakan tersebut berbeda dengan penghentian sementara yang pernah BGN terapkan sebelumnya.

Pada kebijakan lama, BGN masih menyalurkan pembayaran tertentu kepada dapur yang hanya menerima sanksi sementara. Kini, BGN menghentikan seluruh pembayaran karena pengelola dapur terbukti melanggar ketentuan.

“Kalau yang ini sudah di-suspend tutup, tidak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” tegasnya.

Pelanggaran Higienitas dan IPAL Jadi Sorotan

Tim evaluasi BGN menemukan berbagai pelanggaran yang berkaitan dengan kebersihan, sanitasi, kualitas makanan, serta potensi keracunan bagi penerima manfaat. Tim juga menemukan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.

Baca Juga :  Pimpin Pembahasan APBD 2025, Hutri Randa Tekankan Akuntabilitas Anggaran

“Terkait higienis, sanitasi, keracunan, kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang kita inginkan. Kemudian IPAL-nya,” jelas Sudaryono.

BGN Perkuat Pengawasan dan Transparansi

BGN akan terus mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. Melalui langkah tersebut, BGN ingin memastikan setiap dapur mematuhi standar keamanan pangan, menjaga kualitas makanan, dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

Sudaryono juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat transparansi setelah Presiden Prabowo Subianto mempercayainya memimpin BGN. BGN akan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan program, terutama menu dan kualitas makanan yang para penerima manfaat konsumsi.

“Kami membangun sebuah transparansi dan akan mengumumkan bagaimana publik bisa ikut terlibat mengawasi menu MBG ini, mengawasi makanan yang dibagi ini,” kata Sudaryono. (**)

Share :

Baca Juga

Presiden Prabowo Subianto melantik keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026)

Nasioanal

Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Ini Susunan Anggota
KPK Tahan Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono

Hukum & Kriminal

KPK Tahan Mantan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono
Gus Ipul menjenguk para korban ledakan SMAN 72 Jakarta Utara

Hukum & Kriminal

Menteri Sosial Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Perawatan Korban Ledakan SMAN 72

Batang Hari

Polda Jambi Gelar Sholat Ghaib untuk Ojol Almarhum Affan Kurniawan  

Hukum & Kriminal

Dua Rumah Ludes Dijarah, Ahmad Sahroni Tidak Terima dan Murka ke Massa
Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara

Hukum & Kriminal

Nadiem Dihukum 10 Tahun, Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar
Pendataan Sosial Ekonomi Dimulai, RT Jadi Garda Terdepan

Daerah

Pendataan Sosial Ekonomi Dimulai, RT Jadi Garda Terdepan
Kemhan Tarik 32 Ibu Hamil dari Latihan SPPI

Pemerintah

Usai 5 Peserta Meninggal, Kemhan Tarik 32 Ibu Hamil dari Latihan SPPI