Home / Hukum & Kriminal / Nasioanal / Religi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 18:53 WIB

Bahlil Pilih Memaafkan: Saya Anak Kampung, Bukan Anak Pejabat


Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Jakarta, Aksarabrita.com // Alih-alih marah, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memilih memaafkan pembuat meme yang menghina dirinya. Ia bahkan meminta kader partainya menghentikan laporan ke polisi, dengan alasan tidak ingin memperpanjang persoalan.

Sebelumnya, dua organisasi sayap Golkar, yaitu Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), melaporkan sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan konten bernada hinaan terhadap Bahlil. Kedua organisasi itu menilai unggahan tersebut menyerang kehormatan dan martabat pribadi Bahlil.

Namun, Bahlil menegaskan laporan itu dilakukan tanpa koordinasi langsung darinya. Ia mengaku sudah meminta Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, untuk memanggil dan menegur para kader yang membuat laporan tersebut.

“Saya sudah minta Sekjen memanggil adik-adik kita itu. Saya bilang, sudah cukup, hentikan. Mereka juga manusia, mungkin ada rasa spontanitas,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil mengungkapkan sebagian akun yang sempat dilaporkan telah meminta maaf. Ia pun menegaskan tidak ingin memperpanjang masalah itu karena telah memaafkan seluruh pihak yang terlibat.

“Kalau sudah minta maaf, ya saya maafkan. Allah saja memaafkan umat-Nya yang meminta ampun. Jadi saya tidak pantas melampaui kehendak Tuhan,” ujarnya.

Menurut Bahlil, kritik terhadap kebijakan publik adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia menilai konten meme tersebut sudah melampaui batas karena mengandung unsur rasial dan serangan pribadi.

“Kalau kritik kebijakan, tidak masalah. Tapi kalau sudah menyentuh hal pribadi atau mengarah ke rasial, itu tidak baik,” tegasnya.

Bahlil juga bercerita bahwa dirinya sudah terbiasa menerima hinaan sejak masa kecil. Ia lahir dari keluarga sederhana, dengan ibu bekerja sebagai buruh cuci dan ayah sebagai buruh bangunan.

“Saya bukan anak pejabat, saya anak kampung. Dari SD saya sudah sering dihina. Jadi bagi saya, itu bukan masalah besar,” ucapnya.

Meski memilih memaafkan, Bahlil mengingatkan agar isu meme tersebut tidak dijadikan alat politik atau sarana untuk menekan pemerintah. Ia menegaskan akan tetap fokus bekerja menjalankan amanah negara.

“Saya harap jangan jadikan meme ini alat untuk memobilisasi massa atau mengintervensi kebijakan. Saya akan tetap bekerja untuk bangsa dan negara,” tutupnya.

Baca Juga :  Kemensos Coret 7 Juta Penerima Bansos Tak Layak

Share :

Baca Juga

Siapa Francois Letexier? Wasit Argentina vs Mesir yang Jadi Sorotan

Nasioanal

Siapa Francois Letexier? Wasit Argentina vs Mesir yang Jadi Sorotan
Mutasi ASN Bukan Sekadar Pindah Tugas, Ini Aturan dan Tahapannya

Nasioanal

Mutasi ASN Bukan Sekadar Pindah Tugas, Ini Aturannya

Hukum & Kriminal

KPK Resmi Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3
Mahad Tahfidz Bukaka Hadir di PLTA KMH Kerinci

Daerah

PLTA KMH Kerinci Hadirkan Beasiswa Hafidz Full Gratis

Daerah

Dugaan Korupsi Dana Desa, Rumah Kades Muara Hemat Digeledah
Megawati Hangestri

Kesehatan & Olahraga

Turki, Manisa BBSK Akhiri Kontrak Megawati Hangestri
Status Hukum PPPK PW: Tafsir UU ASN dan Kepmenpan RB 16/2025

Nasioanal

Status Hukum PPPK PW: Tafsir UU ASN dan Kepmenpan RB 16/2025
Gempa M 6,4 Guncang Aceh, Getaran Terasa hingga Medan

Nasioanal

Gempa M 6,4 Guncang Aceh, Getaran Terasa hingga Medan