Aksarabrita.com // Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa telah terpantau bibit Siklon Tropis 90S di wilayah Samudra Hindia barat daya Sumatera. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot atau 46 km/jam, dengan tekanan udara minimum sebesar 1005 hPa.
Dalam rilis resmi BMKG, potensi bibit siklon tersebut untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan masih dikategorikan rendah.
Bibit Siklon Tropis 90S terpantau memiliki sistem tekanan rendah yang disertai sirkulasi angin tertutup di sekitar pusatnya. Berdasarkan pantauan citra satelit dan pemodelan cuaca, sistem ini menunjukkan pergerakan perlahan ke arah tenggara, menjauhi wilayah daratan Indonesia.
Meski potensi berkembangnya tergolong rendah, kehadiran bibit siklon ini dapat memicu peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan barat Sumatera, terutama:
- Perairan barat Bengkulu hingga Lampung
- Samudra Hindia barat Sumatera
- Perairan barat daya Pulau Enggano dan Pulau Simeulue
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang cukup signifikan di sekitar area terdampak.
Hingga kini, BMKG terus memantau perkembangan bibit Siklon Tropis 90S secara intensif dan akan menyampaikan pembaruan informasi jika terjadi peningkatan status. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi cuaca dari kanal resmi BMKG serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.




















