Kesehatan, Aksarabrita.com // Ambeien atau wasir (hemoroid) merupakan salah satu gangguan pencernaan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah pada anus dan rektum sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Meski sering dianggap sepele, ambeien kecil tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak mendapatkan penanganan yang benar.
Karena itu, penting bagi pengidap wasir untuk mengetahui langkah-langkah perawatan yang tepat sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih parah.
Ambeien ringan umumnya masih bisa ditangani melalui perawatan mandiri dan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa cara yang dapat membantu meredakan gejalanya:
1. Konsumsi makanan tinggi serat
Buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat membantu melunakkan feses sehingga tidak perlu mengejan keras saat buang air besar. Rutinitas makan sehat juga dapat menurunkan risiko ambeien berulang.
2. Berendam dengan air hangat
Berendam selama 15 menit sebanyak 2–3 kali sehari diketahui efektif meredakan nyeri dan peradangan pada area anus.
3. Gunakan pakaian dalam yang nyaman
Hindari pakaian ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat karena dapat memicu iritasi dan memperburuk rasa gatal.
4. Perbanyak minum air putih
Mengonsumsi cukup cairan membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit.
5. Mengoleskan lidah buaya
Lidah buaya memiliki sifat antiperadangan yang dipercaya membantu meredakan bengkak. Namun, pastikan menggunakan lidah buaya alami dan berhati-hati terhadap kemungkinan iritasi.
6. Kompres garam epsom dan gliserin
Campuran keduanya dapat digunakan sebagai kompres untuk mengurangi peradangan selama 15 menit. Ulangi setiap 4–6 jam bila perlu.
7. Kompres es
Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri dan pembengkakan, meski efeknya hanya bersifat sementara.
Jika cara alami tidak memberikan hasil, pengidap disarankan segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan medis dapat berupa:
- Krim atau salep yang mengandung hydrocortisone, lidocaine, atau witch hazel
- Obat-obatan pereda nyeri dan peradangan
- Tindakan medis tertentu bila ambeien sudah dalam tahap berat
Produk obat ambeien banyak tersedia di layanan kesehatan dan dapat dibeli dengan resep dokter maupun secara bebas.
Walaupun penyebab pasti ambeien belum diketahui, peningkatan tekanan pada area anus menjadi pemicunya. Faktor yang sering berkontribusi antara lain:
- Sering mengejan saat BAB
- Duduk terlalu lama, terutama di toilet
- Diare atau sembelit kronis
- Kehamilan
- Konsumsi rendah serat
- Kebiasaan mengangkat beban berat
- Hubungan seksual anal
Tanpa penanganan tepat, ambeien dapat membesar hingga berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan yang dapat menimbulkan anemia. Beberapa komplikasi lain juga bisa mengancam kesehatan jika penyakit ini terus dibiarkan.
Data menunjukkan sekitar 75 persen orang dewasa akan mengalami ambeien setidaknya sekali dalam hidup mereka. Meski demikian, masih banyak yang tidak mencari pertolongan medis karena merasa malu.
Riset berjudul Review of Hemorrhoid Disease: Presentation and Management yang dipublikasikan Clinics in Colon and Rectal Surgery (2016) bahkan menyebut wasir sebagai penyakit umum di Amerika Serikat, dengan prevalensi sekitar 20–39 persen populasi, dan tercatat 4 juta kunjungan medis setiap tahun akibat kondisi ini.
Postur tubuh saat buang air besar dan pola makan rendah serat diduga menjadi faktor yang turut membedakan prevalensi ambeien antara negara maju dan berkembang. (*)







