TANJAB BARAT, Aksarabrita.com – Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk mempercepat ketahanan pangan di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Rabu (15/04).
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggerakkan seluruh pemangku kepentingan. Unsur Forkopimda, kepala OPD, perbankan, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, camat, kepala desa, hingga Ketua Apdesi hadir dan menyatukan langkah.
Anwar Sadat menegaskan rakor ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan daerah. Ia mengarahkan seluruh sektor agar bergerak cepat mendukung program nasional, terutama visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Semua sektor harus bergerak bersama. Kita perkuat sinergi untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan,” tegasnya.
Pemerintah daerah memperkuat langkah melalui kerja sama dengan Polres Tanjung Jabung Barat sejak akhir 2024. Kolaborasi ini mendorong pengawasan dan pendampingan program secara langsung di lapangan.
Anwar Sadat mengajak perusahaan swasta mengambil peran aktif melalui program CSR dan kemitraan dengan kelompok tani. Ia menekankan pentingnya dukungan konkret untuk meningkatkan produksi.
Ia juga memberi instruksi tegas kepada camat dan kepala desa agar mengoptimalkan seluruh lahan tidur.
“Manfaatkan setiap jengkal lahan. Jangan biarkan lahan menganggur jika kita ingin kuat di sektor pangan,” ujarnya.
Bupati turut mengapresiasi peran kepolisian dalam mendukung program tersebut. Ia menilai kehadiran Bhabinkamtibmas mampu menjaga stabilitas sekaligus memastikan distribusi sarana produksi berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, Wakapolres Tanjung Jabung Barat, Andi Musahar, menegaskan komitmen Polri dalam mengawal program ketahanan pangan.
“Kami siap mendampingi dan mengawasi langsung di lapangan. Semua pihak harus ikut berkontribusi, termasuk melalui penyediaan bibit,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini menargetkan peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan dan sinergi lintas sektor. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. (***)






