BANGKO, Aksarabrita.com – Bupati Merangin M Syukur menyiapkan kebijakan mutasi guru untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Merangin. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah daerah menemukan penumpukan guru PNS di kawasan perkotaan, sementara sekolah-sekolah di wilayah pelosok masih kekurangan tenaga pendidik.
M Syukur menyampaikan kebijakan tersebut saat menghadiri kegiatan Subuh Keliling (Subling) Pemkab Merangin di Masjid Baitussalam, Jumat (10/7).
M Syukur menjelaskan, banyak guru memilih bertugas di pusat kota sehingga sekolah di daerah terpencil, seperti Jangkat dan Tabir Timur, mengalami kekurangan guru PNS dan kepala sekolah definitif. Kondisi itu dinilai menghambat pemerataan layanan pendidikan.
Menurut M Syukur, setiap aparatur sipil negara telah menyatakan kesiapan untuk bertugas di mana pun saat mengucapkan sumpah sebagai PNS. Karena itu, Pemkab Merangin akan menjalankan mutasi guru sesuai ketentuan pemerintah pusat demi memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di seluruh wilayah.
“Kita harus menghadirkan pendidikan yang merata. Anak-anak di pelosok berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan siswa di perkotaan,” tegas M Syukur.
Selain menata penyebaran guru, Pemkab Merangin juga akan merotasi kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa jabatan selama dua periode. Kebijakan tersebut bertujuan menghadirkan penyegaran kepemimpinan, meningkatkan kinerja sekolah, dan memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Merangin.
M Syukur berharap mutasi guru dan rotasi kepala sekolah mampu mengatasi ketimpangan distribusi tenaga pendidik sekaligus mempercepat pemerataan pendidikan di seluruh Kabupaten Merangin. (***)




















