Jakarta, Aksarabrita.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) keolahragaan melalui program pelatihan dan sertifikasi berjenjang. Hingga September 2026, Kemenpora mencatat 514 tenaga keolahragaan prestasi mengikuti program sertifikasi, terdiri atas 289 pelatih serta 225 wasit dan tenaga pendukung.
Kemenpora menjalankan program tersebut pada tingkat nasional dan internasional untuk meningkatkan kompetensi tenaga keolahragaan. Program ini juga mendorong pelatih, wasit, dan tenaga pendukung memenuhi standar pembinaan serta pertandingan olahraga.
Salah satu program berlangsung melalui Pelatihan Wasit Nasional Cabang Olahraga Bulutangkis pada 21-26 September 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, menggelar pelatihan tersebut bersama Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI).
Pelatihan itu melibatkan 30 peserta dari berbagai daerah. Para peserta mengikuti proses seleksi PB PBSI dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan. Mereka juga tercatat dalam sistem Sitenor Kemenpora.
Adhitya Pertiwi dari Sulawesi Tengah mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengapresiasi materi yang membantu peserta memahami regulasi pertandingan sekaligus meningkatkan profesionalisme wasit.
Menurut Adhitya, pelatihan nasional tersebut memberikan pemahaman mengenai aturan pertandingan dan standar profesionalisme wasit. Ia juga menilai materi pelatihan dapat membantu wasit menjalankan tugas pada level nasional hingga internasional.
Adhitya berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman dari pelatihan saat menjalankan tugas sebagai wasit. Ia juga ingin para wasit menjaga keadilan, objektivitas, dan profesionalisme dalam setiap pertandingan.
Kemenpora juga mengembangkan program pelatihan dan sertifikasi bersama PP/PB cabang olahraga unggulan, National Paralympic Committee (NPC), serta federasi olahraga internasional. Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah kota, antara lain Batam, Tangerang, Jakarta, Surakarta, Makassar, Bali, dan Surabaya.
Program tersebut mencakup sejumlah cabang olahraga, seperti angkat besi, taekwondo, judo, voli pantai, menembak, panahan, basket 3×3, renang, open water swimming (OWS), bulutangkis, dan futsal.
Kemenpora juga meningkatkan kompetensi tenaga classifier dan pelatih boccia untuk mendukung pembinaan serta prestasi olahraga disabilitas.
Pada Oktober 2026, Kemenpora menyiapkan program peningkatan kapasitas bagi sekitar 165 tenaga keolahragaan melalui pelatihan dan sertifikasi tingkat nasional maupun internasional. Calon peserta yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar melalui Sitenor Kemenpora.
Kemenpora menghadirkan instruktur dari sejumlah federasi olahraga internasional untuk program bertaraf internasional. Instruktur tersebut antara lain Gilles Martin dan Karim Souchu dari FIBA, Gary Tan dan Melani Tantrum dari World Aquatics, serta Badrul Hisham Bin Kalam dan Daniel Wong dari FIFA.
Materi pelatihan mencakup aspek teknis, metodologi kepelatihan, standar pertandingan, hingga pendekatan pembinaan berbasis ilmu pengetahuan olahraga. Peserta juga mengikuti praktik lapangan dalam sejumlah pertandingan untuk menerapkan materi yang mereka pelajari.
Melalui rangkaian program tersebut, Kemenpora terus meningkatkan kompetensi pelatih, wasit, dan tenaga pendukung. Kemenpora menargetkan peningkatan kualitas SDM keolahragaan agar pembinaan dan prestasi olahraga Indonesia mampu mengikuti standar nasional maupun internasional. (***)




















