Aksarabrita.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluruskan isu pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan jumlah 70 ribu unit yang beredar di media sosial tidak benar.
Dadan menjelaskan, realisasi pengadaan motor listrik saat ini mencapai 21.801 unit. Jumlah itu berasal dari total pesanan 25 ribu unit dalam anggaran tahun 2025. “Informasi 70 ribu unit itu tidak benar,” tegasnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Motor listrik tersebut disiapkan untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan ini akan membantu mobilitas petugas dalam menjalankan program MBG di lapangan.
Meski demikian, motor belum dibagikan. Saat ini, seluruh unit masih dalam proses administrasi.
Menurut Dadan, kendaraan harus lebih dulu dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN). Setelah proses selesai, barulah motor didistribusikan.
Pengadaan motor dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.
Isu Harga dan Spesifikasi Motor
Isu ini menjadi ramai karena harga motor disebut mencapai Rp56 juta per unit. Motor yang dikaitkan adalah tipe Emmo JVX GT.
Motor ini memiliki spesifikasi cukup tinggi, antara lain:
Daya hingga 7000 watt
Kecepatan maksimal 80–85 km/jam
Baterai 72V 31Ah (bisa dua baterai)
Pengisian cepat sekitar 1 jam (30%–80%)
Jarak tempuh hingga 70 km
Motor ini juga dirancang untuk medan berat. Ban yang digunakan tipe dual purpose, cocok untuk jalan raya dan off-road. Ground clearance tinggi membuatnya kuat di jalan rusak.
Dengan harga sekitar Rp56,8 juta, motor ini masuk kategori premium.
Sebagai perbandingan:
Motor listrik umum: Rp10–25 juta
Kelas menengah: Rp25–40 juta
Di atas Rp50 juta: premium
Harga tinggi dipengaruhi oleh tenaga besar, desain adventure, dan fitur lengkap.
BGN memastikan kabar pengadaan 70 ribu motor tidak benar. Saat ini, jumlah yang terealisasi baru sekitar 21 ribu unit.
Motor juga belum dibagikan karena masih dalam proses administrasi.
Meski harganya tinggi, motor tersebut memiliki spesifikasi kelas atas. Hal inilah yang memicu perdebatan di tengah masyarakat.
(**)




















