Jambi, Aksarabrita.com – Pemerintah Provinsi Jambi mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam melawan penyebaran intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme melalui ruang digital. Pemprov Jambi mendorong para pelajar memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan semangat kebangsaan.
Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Workshop Digital Peace Creator yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa (3/11/2026) pagi.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Ketua FKPT Provinsi Jambi, Dr. H. Abd. Rahman, S.Ag., M.Pd.I, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Slamet Riyadi, S.Ik., M.Si., serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Abdullah Sani menjelaskan bahwa Pemprov Jambi telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Jambi Nomor 11 INGUB/DISDIK-1.5/2026.
Instruksi tersebut mengatur sosialisasi dan pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), perundungan anak, geng motor, hingga penyalahgunaan narkotika.
Menurut Abdullah Sani, kebijakan tersebut menjadi langkah pemerintah dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, harmonis, dan berkarakter.
Ia juga menyoroti perkembangan media sosial yang semakin pesat. Menurutnya, pihak-pihak tidak bertanggung jawab kerap memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan propaganda radikalisme dan terorisme.
Karena itu, Abdullah Sani mengajak generasi muda mengubah pola pemanfaatan media sosial dengan menghadirkan konten kreatif, edukatif, dan inspiratif.
“Dengan inovasi dan gagasan kreatif dari generasi muda, ide-ide dalam konten media sosial diharapkan sesuai dengan tren saat ini sehingga pesannya lebih mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Melalui Workshop Digital Peace Creator, Abdullah Sani mendorong para pelajar menghasilkan konten positif yang mengangkat moderasi beragama, toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Ia juga mengajak generasi Z memanfaatkan kreativitas dan kemampuan digital untuk membangun narasi perdamaian yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Lebih lanjut, Abdullah Sani menegaskan bahwa Pemprov Jambi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah daerah menggerakkan camat, lurah, kepala desa, dan Dinas Pendidikan agar memperluas edukasi kepada masyarakat.
Pemprov Jambi juga memasukkan materi pencegahan IRET ke dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di sekolah. Selain itu, pemerintah daerah menjalin koordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengoptimalkan edukasi keagamaan serta menanamkan nilai moderasi beragama.
Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan generasi muda, Pemprov Jambi mengajak masyarakat membangun ruang digital yang sehat, produktif, toleran, dan mampu menjaga persatuan bangsa. (***)

















