Home / Daerah / Muaro Jambi

Rabu, 4 November 2026 - 14:45 WIB

Pemkab Muaro Jambi Bentuk Kampung REDAM, Dorong Desa Ramah HAM

Pemkab Muaro Jambi Bentuk Kampung REDAM, Dorong Desa Ramah HAM

Pemkab Muaro Jambi Bentuk Kampung REDAM, Dorong Desa Ramah HAM

MUARO JAMBI, Aksarabrita.com – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terus memperkuat kerukunan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) melalui program Kampung Rukun, Empati, Damai, dan Aman (REDAM). Program ini mendorong masyarakat membangun lingkungan yang harmonis, inklusif, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara damai.

Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, membuka secara resmi kegiatan Pembentukan dan Pemantauan Kampung REDAM di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM RI Provinsi Jambi, Forkopimda Muaro Jambi, Sekretaris Daerah, perwakilan Kementerian Agama, MUI, Lembaga Adat Melayu (LAM), FKUB, Camat Kumpeh Ulu, Kepala Desa Pudak, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Bungo Ungkap Kasus Sabu, Tiga Pelaku Ditangkap

Dalam sambutannya, Junaidi H. Mahir menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian HAM RI Provinsi Jambi atas sinergi dan inisiatif dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Menurut Junaidi, Kampung REDAM tidak hanya berfokus pada program pemerintahan, tetapi juga mengajak masyarakat membangun budaya toleransi, kepedulian, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kampung REDAM merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, aman, damai, dan menghargai keberagaman. REDAM bukan sekadar program kerja, melainkan sebuah gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat,” ujar Junaidi.

Dia secara khusus mendorong Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, agar menjadi contoh penerapan kehidupan masyarakat yang inklusif, damai, serta menjunjung tinggi nilai-nilai HAM.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Junaidi menegaskan bahwa keberhasilan program Kampung REDAM membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan warga perlu membangun kebiasaan bermusyawarah serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Keberhasilan Kampung REDAM tidak hanya ditentukan oleh pemerintah atau tokoh masyarakat, melainkan oleh partisipasi aktif seluruh warga dalam membiasakan musyawarah dan kepedulian sehari-hari,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Junaidi H. Mahir secara resmi membuka kegiatan Pembentukan dan Pemantauan Kampung REDAM Wilayah Kabupaten Muaro Jambi dengan mengucapkan bismillah. Para tamu undangan menyambut pembukaan kegiatan tersebut dengan antusias. (***)

Share :

Baca Juga

Daerah

BKN Perpanjang Waktu Pengisian Dokumen PPPK Paruh Waktu 2024
Polda Sumsel Turunkan 1.000 Personel Tangani Karhutla

Daerah

Karhutla di Muara Enim Capai 80 Hektare, Polda Sumsel Terapkan Taktik Spiral

Daerah

Polres Merangin Ringkus Tiga Orang Pelaku Curanmor

Game

Suasana Kondusif, DPRD Sungai Penuh Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa

Batang Hari

Tersangka Mutilasi  di Pesisir Selatan Dibawa ke RS Jiwa, Polisi Beberkan Fakta Mengejutkan
Dandim/0417/Kerinci Dan Pemkab

Daerah

Dandim 0417/Kerinci Dorong Percepatan Pembangunan KDKMP Pemb
DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Puncak Kenduri Sko 6 Luhah, Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat

Daerah

Pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Puncak Kenduri Sko 6 Luhah

Game

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Hadiri Malam Resepsi HUT Ke-16 Kota Sungai Penuh