BERITA SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam menangani dampak bencana longsor yang terjadi awal tahun 2025 lalu. Longsor tersebut sempat menyebabkan kerusakan pada sejumlah aliran sungai di wilayah kota, namun kini perbaikannya telah hampir rampung.
Langkah cepat yang diambil Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, dengan segera berkoordinasi bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) Jambi, membuahkan hasil positif. Kolaborasi antara BWSS VI Jambi dan Pemkot Sungai Penuh berhasil mempercepat proses penanganan kerusakan tersebut.
Hari ini, Wali Kota Alfin memerintahkan jajaran Pemkot untuk meninjau langsung progres pembangunan di Kecamatan Pondok Tinggi. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE, MM, didampingi Kabid SDA Ir. Liza Permana, MT, Tim Teknis Ir. Herri Agustiawan, MT, Pengawas Lapangan Ir. Vevi, serta sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Pondok Tinggi.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa progres pengerjaan bronjong di Desa Sungai Jeruang dan Sungai Jernih telah mencapai 90 persen.
“Kami meninjau langsung progres pengerjaan bronjong ini untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target,” ujar Sekda Alpian.
Sementara itu, Kabid SDA, Liza Permana, menyampaikan bahwa proyek ini didanai melalui bantuan BWSS VI Jambi dan anggaran Dinas PUPR Kota Sungai Penuh tahun 2025.
“Untuk bronjong di Sungai Bungkal, Dusun Nek, yang sebelumnya sudah ditinjau Wali Kota, pengerjaannya akan segera dimulai minggu ini,” tambah Liza.
Pemerintah Kota Sungai Penuh terus bergerak cepat dalam menangani berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Semua upaya ini dilakukan demi memastikan kelancaran aktivitas dan kenyamanan warga. ( Kominfo/Jul)








